Asyik Mandi, Remaja 13 Tahun di Tanggamus Hilang Terseret Arus Sungai

- Aditya (13) hilang terseret arus sungai saat mandi di Pekon Sinar Banten, Tanggamus.
- Pencarian terkendala cuaca buruk, operasi SAR dilanjutkan pada hari kedua dengan melibatkan peralatan SAR.
- Kantor Basarnas Lampung mengimbau warga agar selalu waspada terhadap aktivitas di sekitar sungai dan bendungan.
Tanggamus, IDN Times - Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Aditya (13), remaja dilaporkan tenggelam di Pekon (Desa) Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus.
Dantim Pos SAR Tanggamus, Tri Wardoyo mengatakan, korban Aditya (13) merupakan warga desa setempat itu dinyatakan hilang terseret arus sungai sejak Senin (16/2/2026) sore.
"Ya, hingga sore hari kemarim korban belum ditemukan, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
1. Terseret arus sungai saat mandi

Tri mengungkapkan, peristiwa menimpa Aditya ini bermula saat korban mandi di aliran sungai desa tersebut. Ia diduga terseret arus sungai deras akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Tanggamus.
Akibat kejadian tersebut, peristiwa ini dilaporkan pihak keluarga kepada aparat pekon dan diteruskan ke Pos SAR Tanggamus pada hari kejadian sekitar pukul 17.40 WIB.
"Tim Rescue Pos SAR Tanggamus langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Tiba di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan keluarga korban serta unsur terkait," ungkapnya.
2. Operasi SAR terkendala cuaca buruk

Pencarian awal dilakukan secara visual di sekitar lokasi kejadian, namun hingga malam hari korban belum ditemukan. Alhasil, pencarian hari pertama terpaksa dihentikan sementara akibat hujan deras dan kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (17/2/2026), tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi sesuai rencana operasi. Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU pertama melakukan penyisiran sejauh tiga kilometer ke arah hilir menuju Bendungan Way Bedeng menggunakan perahu karet. Sementara SRU kedua melakukan penyisiran visual di sepanjang bantaran sungai sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian.
"Operasi hari kedua melibatkan sejumlah peralatan SAR turut dikerahkan antara lain perahu karet, alat pendeteksi bawah air, alat selam, serta perlengkapan komunikasi dan keselamatan. Namun korban belum ditemukan," ucap Tri.
3. Imbau warga selalu waspada

Seiring peristiwa tersebut, kantor Basarnas Lampung turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas di sekitar sungai dan bendungan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem dan debit air meningkat.
"Selalu waspada di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini. Masyarakat wajib meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," imbuh Tri.
















