Viral! Warga Lampung Timur Sulap Jalan Rusak jadi Wisata Telaga Sewu

- Warga Lampung Timur sindir pemerintah dengan merubah jalan rusak menjadi 'Telaga Sewu' sebagai bentuk aspirasi dan pengingat kebersamaan.
- Permintaan respons cepat kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan yang terancam lumpuh jika tidak segera diperbaiki.
- Keluhan warga terkait kurangnya respons dari pemerintah terhadap aspirasi warga, sehingga harus disuarakan melalui aksi viral di media sosial.
Lampung Timur, IDN Times - Jalan rusak di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur mendadak menuai sorotan publik. Warga ramai-ramai menggelar aksi sindiran menyulap lubang jalan tergenang air menjadi wahana wisata dadakan “Telaga Sewu”.
Dari video diterima IDN Times, terlihat sekelompok anak-anak asyik bermain di dalam kubangan air pada lubang jalan berdiameter cukup lebar menyerupai kolam renang lengkap dengan bola-bola kecil.
Tak hanya itu, warga turut memasang papan bertuliskan “Grand Opening Telaga Sewu Purbolinggo Lampung Timur” sebagai simbol protes atas kondisi jalan disebut sudah lama dibiarkan rusak. Alhasil, aksi ini ramai dan viral di media sosial (Medsos).
1. Bentuk aspirasi warga

Suprayitno, salah satu warga setempat menyebutkan, aksi itu sebagai bentuk aspirasi kepada pemerintah daerah, khususnya Pemkab Lampung Timur. Selain itu, tindakan ini sekaligus pengingat kebersamaan warga setempat.
“Ini bentuk aspirasi luar biasa masyarakat Purbolinggo yang selama ini tidak terjamah pembangunan,” ujarnya dimintai keterangan, Senin (16/2/2026).
Suprayitno mengaku warga sebenarnya ingin turut membantu pemerintah, meski kekecewaan sudah lama dirasakan. “Kami pembayar pajak aktif, tapi jalannya selalu rusak, berlubang-lubang, dari Purbolinggo sampai Bumi Jawa,” sambungnya.
2. Akses jalan penghubung terancam lumpuh

Bila tak segera diperbaiki, Suprayitno melanjutkan, akses jalan penghubung Purbolinggo menuju Kota Metro dan Sukadana terancam lumpuh.
"Kalau dilihat, sekarang tinggal sebagian kecil ruas jalan masih layak dilalui oleh masyarakat maupun kendaraan," ucapnya.
3. Minta direspons cepat

Keluhan serupa turut disuarakan Rosi, warga lainnya itu menilai aspirasi warga kerap tak mendapat respons hingga akhirnya harus disampaikan lewat aksi viral melalui unggahan medis sosial.
“Mengadu sudah. Kayaknya sekarang pemerintah harus diviralkan dulu baru kelihatan kerja. Alhamdulillah kali ini langsung respons cepat, meski masih ditutup sementara,” katanya.
















