Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Delay Sistem Arus Balik? Strategi Atasi Kepadatan Bakauheni
Kendaraan tiba di Pelabuhan Bakauheni pada H-3 Lebaran 2025. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Polda Lampung siapkan strategi delay system untuk mengatasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni menjelang arus balik Lebaran 2025.
  • Delay system akan diaktifkan jika antrean kendaraan mencapai KM 4, dengan kendaraan ditahan sementara di rest area dan kantong parkir.
  • Polda Lampung juga menerapkan skrining tiket di beberapa titik untuk membantu pemudik yang belum memiliki tiket penyeberangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Menjelang arus balik Lebaran 2025, Polda Lampung telah menyiapkan berbagai strategi guna mengatasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.

Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah skema delay system, yang diharapkan dapat membantu mengurai arus lalu lintas.

Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika, menyampaikan, telah siap mengawal para pemudik dalam perjalanan kembali ke daerah asal mereka. “Dalam menghadapi arus balik, kami telah menyiapkan strategi delay system," jelasnya.

'Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada volume kendaraan yang ada. Jika kepadatan masih dalam batas wajar, kami akan mengoptimalkan penggunaan kantong parkir di sekitar pelabuhan,” kata jenderal bintang dua ini, Rabu (2/4/2025).

1. Skema delay system

Penampakan aktivitas penumpang mudik angkutan bus dan travel di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Kapolda menjelaskan bahwa penerapan delay system tahun ini masih mengacu pada sistem yang telah diterapkan sebelumnya, dengan kategori indikator yang terdiri dari tiga tingkat yakni, hijau (green), kuning (yellow), dan merah (red).

“Indikator tersebut telah kami tetapkan sebagai acuan dalam pengaturan lalu lintas. Jika tingkat kepadatan mencapai kategori kuning, yang berarti antrean kendaraan telah mencapai Kilometer (KM) 4, maka delay system akan diaktifkan. Kendaraan akan ditahan sementara di rest area serta kantong parkir atau buffer zone di jalur lintas tengah, timur, dan barat yang menuju Pelabuhan Bakauheni,” jelas Helmy.

2. Terapkan skrining

Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika meninjau Posko Terpadu di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain itu, Polda Lampung bersama dengan pemangku kepentingan terkait juga menerapkan mekanisme skrining tiket di beberapa titik, termasuk di rest area Tol Lampung serta jalan lintas dan arteri. Skrining ini bertujuan untuk membantu pemudik yang belum memiliki tiket penyeberangan.

“Skrining tiket telah dilakukan di beberapa rest area, seperti di KM 49 dan KM 20, serta di sejumlah jalan arteri. Proses ini telah dimulai sejak periode arus mudik, sehingga diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang belum memiliki tiket,” tambahnya.

3. Data arus mudik

Aktivitas penumpang check-in tiket di dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni pada H-4 Lebaran 2025. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Berdasarkan data dari PT ASDP Cabang Bakauheni Lampung Selatan, jumlah pemudik dari Pulau Jawa yang telah memasuki Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Wika tercatat sebanyak 933.804 orang. Data ini dihimpun sejak H-10 hingga hari kedua perayaan Idulfitri 1446 Hijriah.

"Dengan strategi yang telah disiapkan, diharapkan arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lancar serta mampu mengurangi potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni," tutur kapolda.

Editorial Team

Related Article