Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Pertumbuhan Ekonomi Lampung Lemah, Triwulan II Lampaui Nasional
Ilustrasi finansial naik (freepik.com/freepik)
  • Pertumbuhan ekonomi Lampung Triwulan I 2024 melemah menjadi 3,30% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Pada Triwulan II 2024, pertumbuhan ekonomi meningkat tajam menjadi 4,80% (yoy) dan qtq melonjak hingga 9,71%.
  • Realisasi penerimaan pajak daerah hingga Oktober 2024 mencapai Rp2,62 triliun atau 71,62% dari target Rp3,6 triliun dengan kontribusi utama dari beberapa jenis pajak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pada Triwulan I tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sebesar 3,30 persen persen (yoy), melemah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya  mencapai 4,94 persen. Hal itu disampaikan Plt. Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Slamet Riadi, Selasa (5/11/2024).

Namun Slamet mengatakan, pada Triwulan II 2024, pertumbuhan meningkat tajam menjadi 4,80 persen  (yoy) dan secara qtq melonjak hingga 9,71 persen jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 3,79 persen.

"Ke depan, pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan III 2024 diproyeksikan berada dalam rentang 4,5.persen hingga 5 persen (yoy), didorong oleh realisasi penerimaan pajak daerah yang meningkat," jelasnya.

1. Penerimaan pajak daerah meningkat

ilustrasi pajak kendaraan bermotor (freepik.com)

Data menunjukkan hingga 12 September 2024, kata Slamet, penerimaan pajak daerah mencapai Rp2,1 triliun atau 63,10 persen dari target Rp3,34 triliun. Menurutnya, realisasi ini mengalami akselerasi yang pesat sejak Agustus, berkat program keringanan pajak kendaraan yang diluncurkan.

Slamet pun optimisme terhadap tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak. Hingga Oktober 2024, PAD dari pajak daerah tercatat sebesar Rp2,62 triliun atau 71,62 persen dari target Rp3,6 triliun, dengan kontribusi utama dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Air Permukaan (PAP), dan Pajak Rokok.

2. Lampung berhasil menjaga stabilitas ekonomi yang kondusif

ilustrasi ekonomi negara (Freepik.com/chhayalex9999)

Lebih lanjut Slamet menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Lampung juga ditopang oleh peningkatan realisasi Pendapatan Negara yang hingga 30 September 2024 mencapai Rp8.120,68 miliar, atau 71,22 persen dari target, tumbuh 6,95 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh penerimaan pajak dalam negeri, penerimaan pajak yang masuk, dan penerimaan pajak yang melebihi target.

"Dengan inflasi terkendali pada level 1,94 persen (yoy) hingga Oktober 2024, Lampung berhasil menjaga stabilitas ekonomi yang kondusif," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, sektor perdagangan luar negeri, Lampung mencatat surplus hingga Agustus 2024 sebesar $492,72 juta, didorong oleh peningkatan ekspor pada sektor industri pengolahan dan pertanian. Sebaliknya, impor menurun tajam, membantu memperkuat neraca perdagangan.

3. Realisasi belanja daerah mencapai 73,64 persen

ilustrasi membuat rencana anggaran (freepik.com/Racool_studio)

Selain itu, Slamet juga mengatakan, realisasi belanja daerah hingga September 2024 telah mencapai Rp24.576,33 miliar, atau 73,64 persen dari pagu, tumbuh 11,19 persen (yoy). Belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah juga mencatatkan pertumbuhan signifikan, mendukung prioritas program yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam mendukung pembangunan pedesaan, menurutnya, program Dana Desa hingga September 2024 terserap sebesar Rp2.190,64 miliar, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pemberdayaan masyarakat.

4. PJ gubernur Lampung mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas perdagangan dan jasa

Pj Gubernur Lampung Samsudin. (Dok. Pemprov Lampung).

Sementara itu, Pj Gubernur Lampung, Samsudin, mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan perdagangan dan jasa.

"Semakin banyak kunjungan orang ke Provinsi Lampung, maka pertumbuhan di berbagai bidang, seperti perhotelan, pariwisata, perdagangan, dan transportasi, akan terus meningkat. Mari kita bersama dan terus semangat untuk maju menuju Lampung sejahtera," ujar Pj Gubernur di Mahan Agung, Selasa (5/11/2024).

Editorial Team

Related Article