Ganggu Navigasi, Alat Satelit Kapal Kandas Perairan Lampung Dievakuasi

- Lanal Lampung mengecek dan mengevakuasi alat satelit Evirs pancaran signal distress pada kapal LCT Cahaya Maulida yang kandas di Perairan Sangiang.
- Pihak Lanal Lampung dibantu Tim Basarnas Pos Bakauheni dan Ditpolairud Polda Lampung untuk memastikan kondisi kapal LCT Cahaya Maulida.
- EPIRB yang memancarkan signal distress telah dievakuasi agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran di sekitar perairan setempat.
Lampung Selatan, IDN Times - Lanal Lampung mengecek dan mengevakuasi alat satelit Evirs pancaran signal distress dari kapal LCT. Cahaya Maulida yang kandas di Perairan Sangiang, Senin (4/11/2024).
Babinpotmar Pos Binpotmar Bakauheni Lanal Lampung, Kopka Beni Subarja mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut atas laporan kapal-kapal melintas di perairan alur laut Selat Sunda Bakauheni-Merak dan sekitar Pulau Sangiang di lokasi kapal kandas.
"KMP Cahaya Maulida masih memancarkan signal distress sebagai tanda bahaya kapal dalam keadaan darurat dan mengganggu navigasi pelayaran," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (5/11/2024).
1. Ini merupakan tindak lanjut laporan gangguan navigasi lalu lintas laut

Dalam upaya pengecekan dan evakuasi tersebut, Kopka Beni Subarja mengatakan, pihaknya dibantu Tim Basarnas Pos Bakauheni, beserta pihak Ditpolairud Polda Lampung guna memastikan kondisi kapal LCT Cahaya Maulida.
Kemudian ditindaklanjuti dengan mengambil alat emergency position-indicating radio beacon atau EPIRB yang memancarkan signal tersebut, agar tidak mengganggu navigasi lalu lintas laut.
"Adapun langkah-langkah yang diambil berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Lamsel, KSOP wilayah Bakauheni, dan Basarnas wilayah Bakauheni untuk meninjau langsung ke TKP," katanya.
2. Beni memastikan alat pemancar sinyal kapal kandas telah dievakuasi

Lebih lanjut saat ini telah berhasil dilakukan evakuasi pengambilan EPIRB yang memancarkan signal distress sebagai tanda bahaya di atas kapal LCT Cahaya Maulida.
"Agar tidak mengganggu kali aktivitas pelayaran di sekitar perairan setempat," imbuhnya.
3. Sebelumnya, petugas berhasil evakuasi 8 ABK

Kapal LCT Cahaya Maulida diketahui mengalami kecelakaan setelah menabrak Karang Koliot di Selat Sunda Perairan Sangiang, Sabtu (31/8/2024). Kapal ini mengangkut 8 anak buah kapal atau ABK. Kapal dilaporkan mengalami masalah mesin hingga mengakibatkan kehilangan kendali dan akhirnya menabrak karang.
Beruntung, sebanyak 8 orang ABK Kapal LCT Cahaya Maulida dapat dievakuasi dalam keadaan selamat.


















