Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1,19 Juta Wisatawan Sambangi Bandar Lampung Semester l 2026
Ilustrasi lalu lintas. (Pixabay)
  • Bandar Lampung mencatat 1.196.830 kunjungan wisatawan pada Januari-Juni 2026, terdiri dari 1.189.753 wisatawan nusantara dan 7.077 wisatawan mancanegara.
  • Wisatawan nusantara menyumbang sekitar 99,4 persen kunjungan; hotel dan beragam destinasi wisata mengalami peningkatan dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Pada semester II 2026, Dinas Pariwisata menargetkan peningkatan wisman melalui promosi luar negeri, fasilitas penunjang, paket wisata, event, pemasaran digital, dan kolaborasi pelaku usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Hampir 1,2 juta kunjungan wisatawan menyambangi Kota Bandar Lampung periode semester I 2026. Namun, mayoritas kunjungan masih berasal dari wisatawan nusantara, sementara kontribusi wisatawan mancanegara masih relatif kecil.

Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 1.196.830 orang berkunjung ke Kota Tapis Berseri selama Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.189.753 merupakan wisatawan nusantara dan 7.077 wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan angka tersebut dihimpun dari data kunjungan hotel dan destinasi wisata di Bandar Lampung.

“Data kunjungan wisata dari hotel dan destinasi wisata di Kota Bandar Lampung selama bulan awal Januari sampai akhir Juni tahun 2026 adalah 1.196.830 orang. Terdiri dari wisatawan nusantara 1.189.753 orang dan mancanegara 7.077 orang,” katanya, Rabu (12/8/2026).

1. Wisatawan domestik masih mendominasi

Ilustrasi pasar UMKM. (Pexels.com/Danilo Ugaddan)

Adiansyah menjelaskan, berdasarkan data tersebut, wisatawan nusantara menyumbang sekitar 99,4 persen dari total kunjungan selama enam bulan pertama 2026.

Sementara itu, wisatawan mancanegara baru sekitar 0,6 persen. Komposisi ini menunjukkan pasar domestik masih menjadi penopang utama sektor pariwisata Bandar Lampung.

"Sektor perhotelan menjadi salah satu pilihan utama wisatawan yang datang ke Bandar Lampung," jelasnya.

Menurut Adiansyah, keberadaan berbagai event, aktivitas bisnis, serta posisi kota sebagai pintu gerbang menuju sejumlah destinasi di Lampung turut mendorong pergerakan wisatawan.

2. Hotel dan destinasi wisata paling ramai

Ilustrasi Hotel. (Pexels.com/Bruno Maceiras)

Selain perhotelan, peningkatan kunjungan juga terjadi di berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata alam, budaya hingga kuliner.

Menurut Adiansyah, tingkat hunian hotel dan kunjungan ke destinasi wisata menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Destinasi pun sama halnya. Namun demikian, tetap lonjakan pengunjung wisata akan naik saat akhir tahun nantinya,” ujarnya.

Posisi Bandar Lampung sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus daerah transit menjadi salah satu peluang yang terus dikembangkan pemerintah daerah.

3. Wisman jadi pekerjaan rumah semester II

Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Ardiansyah. (IDN Times/Muhaimin)

Dengan jumlah wisatawan mancanegara yang masih jauh dibandingkan wisatawan nusantara, peningkatan kunjungan wisman menjadi salah satu tantangan Dinas Pariwisata pada semester II 2026.

Promosi ke pasar luar negeri, penguatan fasilitas penunjang, serta pengembangan paket wisata menjadi sejumlah strategi yang disiapkan.

Dinas Pariwisata juga akan mengoptimalkan promosi melalui berbagai event, pemasaran digital, dan kolaborasi bersama pelaku usaha pariwisata.

“Kami optimis target kunjungan wisatawan di tahun 2026 bisa terlampaui. Apalagi Bandar Lampung ini pintu gerbangnya Lampung. Banyak wisatawan yang awalnya transit, akhirnya menginap dan berwisata di sini,” kata Adiansyah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article