Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Cara Komunikasi Efektif dengan Pasangan Sesuai Tipe Kepribadian

Ilustrasi pasangan bahagia (Pexels.com/J Carter)
Ilustrasi pasangan bahagia (Pexels.com/J Carter)
Intinya sih...
  • Pasangan tipe sensing percaya pada hal konkret, butuh bukti nyata untuk percaya, tunjukkan kasih sayang dengan bukti nyata.
  • Pasangan tipe thinking butuh alasan logis, sampaikan obrolan to the point dan jelas, hindari kalimat ambigu.
  • Pasangan tipe intuitif suka imajinasi dan simbolis, gunakan cerita atau metafora dalam komunikasi, hindari fakta kaku.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah ngerasa gak nyambung waktu ngobrol sama pasangan? Misalnya, waktu kamu udah ngomong panjang lebar ke pasangan, tapi dia gak ngerti atau malah salah tangkap? Padahal menurutmu udah jamblang banget jelasinnya.

Nah, kalau kamu pernah ngerasain itu, jangan buru-buru nyalahin pasanganmu, ya. Bisa jadi masalahnya bukan di topik obrolan, tapi cara komunikasi yang kamu pakai tidak sesuai dengan tipe kepribadian pasangan kamu.

Setiap orang punya cara yang berbeda dalam menyerap informasi. Ada yang butuh bukti nyata, ada yang harus logis, ada yang suka imajinasi, dan ada juga yang mengutamakan perasaan.

Kalau pasangan kamu tipe yang mana? Yuk, kenali dan pahami cara komunikasi efektif dengan tipe kepribadian pasangan kamu.

1.  Tipe sensing (mengandalkan pancaindra)

ilustrasi pria mendampingi wanita yang sedih (Freepik.com/freepik)
ilustrasi pria mendampingi wanita yang sedih (Freepik.com/freepik)

Pasangan tipe sensing biasanya lebih percaya dengan hal-hal yang bersifat konkret. Kalau belum lihat atau merasakan langsung, dia cenderung ragu.

Misalnya waktu kamu bilang, “Aku sayang kamu” , pasangan tipe ini bisa aja balas bertanya, “Emang iya? Buktinya mana?”

Kalau pasanganmu minta bukti seperti itu, jangan tersinggung. Bukan berarti dia gak percaya sama kamu, tapi memang otaknya lebih nyaman kalau ada bukti nyata.

Jadi, tunjukin kalau kamu memang beneran sayang sama dia. Entah itu sekadar sering peluk, memberi perhatian-perhatian kecil, atau mengingat hal-hal yang dia sukai.

Contoh lain, daripada bilang, “Aku sibuk banget hari ini,” coba tunjukkan jadwal atau cerita detail tentang kegiatanmu. Itu bikin dia lebih paham dan percaya.

2. Tipe thinking (logis dan analitis)

ilustrasi berpikir (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi berpikir (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kalau pasanganmu tipe thinking, logika adalah segalanya. Dia butuh alasan yang jelas dan masuk akal dalam menerima informasi. Kalimat, “Aku gak suka aja”, biasanya bikin dia makin bingung dan malah ngajak berdebat.

Kalau pasanganmu tipe ini, cara menghadapinya cukup dengan menjelaskan alasanmu dengan runtut dan masuk akal. Misalnya, daripada bilang, “Aku gak suka kamu pulang malam,” lebih baik, “Aku khawatir kalau kamu pulang terlalu malam, takut kenapa-kenapa di jalan.”  Selain itu, sampaikan juga obrolanmu dengan to the point, jangan bertele-tele.

3. Tipe intuitif (mengandalkan imajinasi dan simbolis)

Ilustrasi deep talk dengan pasangan (Pexels.com/Gary Barnes)
Ilustrasi deep talk dengan pasangan (Pexels.com/Gary Barnes)

Pasangan tipe intuitif senangnya pakai imajinasi. Orang dengan tipe kepribadian ini biasanya kreatif dan suka ide besar. Dia lebih gampang memahami pesan lewat gambaran atau analogi daripada fakta kaku.

Cara komunikasi yang efektif dengan pasangan tipe ini adalah pakai cerita, metafora, atau contoh imajinatif. Kadang, obrolan jadi terasa lebih hidup dan dramatis, tapi justru di situlah dia merasa dimengerti.

Misalnya, daripada kamu bilang, “Kita jarang quality time,” mending bilang, “Akhir-akhir ini kita kayak dua kereta di rel yang berbeda, jarang ketemu. Aku kangen bareng-bareng lagi.”

4. Tipe feeling (mengutamakan perasaan dan empati)

Ilustrasi dimengerti pasangan (Pexels.com/Helena Lopes)
Ilustrasi dimengerti pasangan (Pexels.com/Helena Lopes)

Nah, kalau pasanganmu tipe feeling, berarti dia lebih peka pada nada suara, ekspresi wajah, dan perasaan dibalik kata-kata. Buat dia, bukan hanya isi kalimat yang penting, tapi juga bagaimana cara kamu menyampaikannya.

Kalau dia curhat capek, lalu kamu jawab, “Ya udah istirahat aja,” itu bisa terdengar dingin baginya. Dia bisa merasa kamu gak peduli. Jadi, kalau seperti ini, cara menghadapinya kamu perlu validasi dulu perasaannya sebelum kasih solusi. Misalnya, “Aku ngerti kamu capek banget hari ini, makasih ya udah tetap nemenin aku.” Baru setelah itu, tawarkan solusi.

Sebagai tips tambahan, cara efektif berkomunikasi dengan pasangan tipe feeling itu  jangan segan menunjukkan empati. Memberikan pelukan, senyuman atau sekedar genggaman tangan bisa lebih berarti dari kata-kata baginya.

5. Tipe insting (suara hati dan firasat)

ilustrasi pria menunjukkan cintanya pada wanita (Freepik.com/freepik)
ilustrasi pria menunjukkan cintanya pada wanita (Freepik.com/freepik)

Nah, ada juga pasangan yang mengandalkan isnting atau firasat. Dia bisa menerima semua informasi tanpa disaring. Mereka gak butuh bukti nyata, logika panjang, atau cerita dramatis, dalam mengolah pesan. Biasanya mereka mengandalkan perasaan spontan atau suara hati saat mengambil keputusan.

Kalau pasanganmu tipe ini, jangan langsung menyepelekan perasaan spontan mereka, hargai instingnya sebelum menawarkan perspektif lain. Bisa juga kombinasikan insting dengan logika supaya seimbang.

Misalnya, kalau pasangan kamu bilang, “Aku gak enak rasanya kalau kamu pergi sama dia,” jangan balas, “Ah lebay.” Lebih baik, “Aku ngerti perasaanmu, boleh ceritain biar aku lebih paham?”

Cara mengetahui tipe komunikasi pasangan

ilustrasi wanita nyaman atas perlakuan pria (Pexels.com/William Fortunato)
ilustrasi wanita nyaman atas perlakuan pria (Pexels.com/William Fortunato)

Kadang kita bingung, pasangan masuk tipe yang mana. Padahal caranya sederhana, cukup amati reaksinya saat kamu bicara.

  • Kalau sering minta bukti atau fakta nyata berarti dia tipe sensing.

  • Kalau selalu nanya alasan logis berati dia tipe thinking.

  • Kalau suka cerita imajinatif dan mikirin hal yang belum terjadi berarti dia tipe intuitif.

  • Kalau dia butuh pengakuan perasaan berarti tipe feeling.

  • Kalau sering mengandalkan firasat atau kata hati  berarti tipe insting.

Tapi gak jarang seseorang juga bisa campuran dari dua tipe. Misalnya, dia logis (thinking), tapi juga sensitif dengan nada emosional (feeling). Itulah kenapa pentingnya buat terus belajar memahami pasangan seiring berjalannya waktu.

Kalau kita bisa mengenali tipe pasangan, komunikasi jadi jauh lebih efektif, gak gampang salah paham, dan hubungan terasa lebih harmonis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us