Layangkan Tendang Kungfu, Fadly Alberto Sampaikan Permohonan Maaf

- Fadly Alberto dari Bhayangkara Presisi Lampung FC meminta maaf atas aksi tendangan berbahaya saat laga melawan Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy 2025/2026.
- Ia menyampaikan permintaan maaf khusus kepada Raka Nurkholis, tim Dewa United, serta pihak klubnya karena tindakannya dianggap mencoreng nama baik sepak bola Indonesia.
- Fadly menegaskan siap menerima sanksi dan menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting untuk mengendalikan emosi serta memperbaiki sikap di masa depan.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC, Fadly Alberto Hengga buka suara terkait insiden aksi “tendang kungfu” saat timnya bertemu Dewa United dalam lanjutan laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026.
Fadly menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakannya saat pertandingan melawan Dewa United Banten FC U-20. Ia mengakui perbuatannya tersebut merupakan tindakan tidak terpuji dan merugikan banyak pihak.
“Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan saya saat pertandingan melawan Dewa United,” ujarnya dalam pernyataan resmi diterima IDN Times, Selasa (21/4/2026).
1. Sampaikan permohonan maaf khusus untuk Raka Nurkholis

Secara khusus, Fadly juga meminta maaf kepada pemain Dewa United, Raka Nurkholis yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia mengakui kesalahannya telah melakukan tindakan berbahaya di lapangan.
“Saya meminta maaf kepada Raka Nurkholis dan tim Dewa United atas tindakan saya menendang,” katanya.
2. Singgung dampak luas hingga ke Timnas

Fadly turut menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen, pelatih, dan rekan setim Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 karena aksinya dinilai telah merugikan tim berjuluk The Guardians of Saburai.
Selain itu, ia juga menyinggung dampak lebih luas dari insiden tersebut, termasuk kepada Tim Nasional (Timnas) Indonesia dan masyarakat secara umum. Menurutnya, tindakan ini telah mencoreng nama baik sepak bola Indonesia.
“Saya meminta maaf kepada Tim Nasional Indonesia dan masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi,” ucapnya.
3. Siap terima sanksi

Terkait aksinya kali tersebut, Fadly berjanji akan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran penting untuk mengendalikan emosi dan memperbaiki sikap di masa mendatang. Ia juga menegaskan siap menerima konsekuensi atas perbuatannya.
“Saya siap menerima sanksi yang setimpal dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan tersebut,” imbuhnya.
Insiden “tendang kungfu” ini diketahui terjadi dalam laga pekan ke-20 EPA U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 kontra Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Peristiwa itu sempat memicu ketegangan antarkedua tim di lapangan.

















