9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanaman

Dibuang, sayang banget!

Sisa sayuran dan kulit buah yang terurai bisa menjadi pupuk yang menambah nutrisi seperti vitamin C serta kalsium ke tanah untuk membuatnya ideal saat pengomposan. Selain dapat menyuburkan tanaman, menggunakan kulit buah atau sayuran pada tanaman juga bisa mengurangi limbah makanan sehingga ramah lingkungan.

Bila ingin mencoba membuat pupuk dari kulit buah, simak 9 jenis kulit buah bisa digunakan sebagai pupuk tanaman, cek artikel berikut ini yuk!

1. Kulit jeruk

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi kulit jeruk (pexels.com/nvoitkevich)

Kulit jeruk mengandung kalium, kalsium, besi, seng dan sitrat sangat baik untuk tanaman sayuran hijau dan buah-buahan lainnya. Ini juga dapat memperbaiki morfologi tanah dan memenuhi kebutuhan mikronutrien.

Kulit jeruk juga mengandung kadar nitrogen yang baik dan bermanfaat bagi tanaman serta membantu pertumbuhan yang lebih baik untuk daun dan bunga. Cara menggunakan kulit jeruk sebagai pupuk adalah dengan menggiling 4-6 kulit jeruk dengan 100-200 ml air hingga menjadi pasta.

Encerkan dengan air dengan perbandingan 1:1 dan tambahkan ke media tanam setiap 6-8 minggu sekali.

2. Kulit mangga

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi mangga (pexels.com/romanodintsov)

Kulit mangga memiliki vitamin A, C, B6, tembaga, folat, dan serat makanan menjadikannya sebagai pupuk organik sempurna untuk tanaman karena kulit mangga dapat meningkatkan pertumbuhan dengan selisih yang bagus pada bunga hingga sayuran.

Cara mengolah kulit mangga dengan memotong kulitnya menjadi potongan-potongan kecil, masukkan ke dalam wadah kedap udara, dan tambahkan satu gelas air. Tutup rapat, dan diamkan selama 1-2 hari.

Aduk kulitnya keesokan harinya dan diamkan lagi selama 1-2 hari. Kemudian haluskan larutan ini dalam mixer untuk menghaluskan kulitnya. Campurkan dengan air dengan perbandingan 1:2 dan gunakan untuk menyiram tanaman setiap 4-6 minggu sekali.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Saola, Penemuan Zoologi Paling Spektakuler Abad 20!

3. Kulit pisang

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi kulit pisang (pexels.com/shvetsproduction)

Kulit pisang kaya akan potasium, mangan, dan kalsium, yang mendorong pertumbuhan, meningkatkan produksi bunga dan buah, serta menyehatkan tanaman. Menggunakan kulit pisang juga bisa meningkatkan makronutrien di dalam tanah.

Cara mengolah kulit pisang bisa dengan mengubur langsung kulit ke dalam tanah atau menambahkannya langsung ke tempat kompos. Potong-potong terlebih dahulu menjadi potongan kecil sehingga cepat hancur, dengan memotong kulit juga akan mempermudah kulit pisang bekerja lebih cepat.

4. Kulit lemon

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi buah lemon (pexels.com/vovkapanda)

Kulit lemon adalah sumber nitrogen, fosfor, dan potasium sangat baik. Menambahkan kulit lemon ke dalam kompos adalah cara yang baik untuk membuat kompos lebih bergizi. Kulit lemon juga bisa digunakan untuk mengasamkan tanah.

Cara mengolah kulit lemon adalah dengan ambil kulitnya, potong kecil-kecil, dan jemur di bawah sinar matahari selama 3-4 hari hingga mengering. Setelah kering, giling dalam blender hingga menjadi bubuk dan campur segenggam per tanaman sekali dalam 5-7 minggu. Ini akan meningkatkan pertumbuhan dedaunan dan bunga.

5. Kulit delima

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi buah delima (pexels.com/cupofcouple)

Kulit delima mengandung potasium, besi, kalsium, tembaga, fosfor dan seng dalam jumlah sehat, yang juga bermanfaat bagi tanaman jika diolah dengan berbagai cara. Komponen-komponen yang terkandung di dalam kulit delima ini juga dapat membantu meningkatkan makronutrien dalam tanah, sehingga membantu produksi dedaunan, buah, dan bunga yang lebih baik pada tanaman.

Cara mengolah kulit delima dengan memotong 4-6 kulit delima menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian haluskan dengan tambahkan segelas air. Pastikan untuk mengencerkan pasta kental sebelum digunakan untuk menyiram tanaman dengan perbandingan 1:5.

Baca Juga: 13 Fakta Unik Bunga Daisy Jarang Diketahui, Bisa Dikonsumsi!

6. Kulit jeruk bali

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi buah jeruk bali (pexels.com/karinazhukovskaya)

Kulit jeruk bali mengandung potasium dan fosfor bermanfaat bagi tanaman dalam banyak hal, salah satunya membantu produksi buah dan bunga. Cara mengolahnya dengan menghancurkan kulit menjadi potongan-potongan kecil dan biarkan mengering secara alami.

Blender untuk membuat bubuk dan tambahkan segenggam penuh ke dalam media tanam sebulan sekali untuk hasil yang baik.

7. Kulit pepaya

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi kulit pepaya (pexels.com/lindaprebreza)

Menurut penelitian ini, menggunakan kulit pepaya pada tanaman  bisa membuat tanaman memiliki hasil lebih baik daripada menggunakan pupuk komersial yang ada di pasaran.

Kulit pepaya merupakan sumber protein, serat, mineral, dan kandungan β-karoten yang baik. Menggunakannya secara teratur membantu dalam pertumbuhan daun, luas daun, tinggi tanaman, pertumbuhan batang, tunas, biomassa akar, dan panjang akar.

Cara mengolahnya dengan memotong kulit pepaya menjadi potongan-potongan kecil dan campurkan ke dalam media tanam untuk pertumbuhan yang subur dan bunga yang lebih besar.

8. Kulit kacang

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi kulit kacang (pexels.com/cottonbro)

Membuat kompos dengan sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun karbon yang terkandung dalam kulit kacang sangat berharga sebagai sumber energi bagi mikroorganisme yang membantu memecah kompos.

Cara mengolah kulit kacang dengan memeriksa kacang memiliki tanda-tanda infeksi atau lesi. Hindari pengomposan kulit yang tampaknya terinfeksi, ini dapat menyebabkan penyakit pada tanaman berakar. Hancurkan kulit kacang untuk mempercepat proses pembusukan. 

Setelah kulit benar-benar hancur, rendam dalam air selama minimal 12 jam. Selanjutnya, tambahkan kulit kacang yang sudah direndam ke bahan sisa makanan lain seperti sisa sayuran. Lalu, tutupi kompos dengan tanah kebun serta lakukan penyiraman yang lembut. Menyimpan kompos di tempat teduh membantunya tetap lembap saat matang.

Saat kompos mulai terurai dan memanas, aduk tumpukan dengan mencampurnya setiap satu atau dua minggu sekali agar mendistribusikan kembali oksigen ke seluruh kompos sehingga mikroba yang tumbuh dapat bernapas.

9. Kulit apel

9 Jenis Kulit Buah dan Cara Mengelolanya Menjadi Pupuk Tanamanilustrasi wanita mengupas apel (pexels.com/michelleleman)

Kulit apel mengandung potasium, vitamin A, vitamin C, folat, zat besi, kalsium, dan fosfor yang sehat dan dapat diubah menjadi pupuk bunga yang baik asalkan sedikit diproses dan difermentasi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Selain itu, kulit apel bersifat asam, yang mampu menetralkan tanah pot yang bersifat basa.

Cara mengolahnya dengan mengumpulkan kulit apel lalu haluskan dalam penggiling dengan menambahkan setengah cangkir air. Encerkan dengan perbandingan 1:1 dengan air dan gunakan pada tanaman sekali dalam 6-8 minggu.

Agar lebih manjur, tambahkan satu sendok teh bubuk kopi atau juga bisa mencampurkan kulitnya langsung di media tanam dan membiarkannya terurai dengan sendirinya. Melalui cara ini, mereka akan bertindak sebagai pupuk lepas lambat.

Selain bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, membuat kompos dengan menggunakan kulit buah juga bisa mengurangi sampah rumahan yang bisa saja tertumpuk dan memengaruhi lingkungan.

Baca Juga: 7 Fakta Laba-laba Rakit Semi Akuatik, Pemburu Ikan Lihai!

Shasya Khairana Photo Community Writer Shasya Khairana

S

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya