Wisata TN Way Kambas Tutup selama Libur Lebaran 2026, Ini Alasannya

- Taman Nasional Way Kambas tetap ditutup selama libur Lebaran 2026 tanpa batas waktu, sesuai kebijakan Balai TNWK yang telah diumumkan melalui media sosial dan spanduk resmi.
- Pihak pengelola mengimbau masyarakat serta wisatawan menunda kunjungan hingga ada pemberitahuan pembukaan kembali demi menjaga keselamatan dan mendukung penanganan di lapangan.
- Penutupan sejak Januari 2026 dipicu meningkatnya konflik gajah liar dengan warga sekitar yang menelan korban jiwa, ditambah keterbatasan SDM dalam menangani situasi tersebut.
Lampung Timur, IDN Times - Aktivitas wisata alam di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, dipastikan masih ditutup selama libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penutupan ini berlaku hingga waktu belum ditentukan.
Humas Balai TNWK, Riri Fitriandi, mengatakan kebijakan penutupan tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal informasi hingga media sosial (Medsos) resmi.
“Benar, sementara (wisata alam TNWK) masih ditutup sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).
1. Informasi penutupan sudah diumumkan luas

Riri menjelaskan, pihak Balai TNWK selaku pengelola telah mengumumkan dan memberitahukan kebijakan penutupan tersebut melalui media sosial resmi hingga pemasangan spanduk di pintu masuk kawasan.
Menurutnya, penutupan tersebut mencakup seluruh kegiatan wisata alam, termasuk selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026/1447 Hijrah.
“Sudah kami posting dan disosialisasikan via sosmed, tepat di pintu masuk TNWK juga kami pasang spanduk pengumuman atau banner pemberitahuan,” katanya.
2. Pengunjung diminta tunda kunjungan

Balai TNWK turut mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan untuk terlebih dahulu menunda rencana kunjungan hingga ada pengumuman resmi terkait pembukaan kembali kawasan wisata alam tersebut.
"Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung upaya penanganan di lapangan," imbuh dia.
3. Dipicu konflik gajah liar

Dalam kasus ini, destinasi wisata alam TNWK resmi ditutup seluruh aktivitasnya sejak 16 Januari 2026. Itu sebagaimana termaktub dalam Surat Edaran (SE) Nomor: SE.105/T.11/TU/HMS.01.08/B/01/2026.
Keputusan itu diketahui diambil menyusul meningkatnya konflik antara gajah liar dengan manusia di desa-desa penyangga kawasan. Insiden interaksi negatif itu diketahui turut merenggut nyawa Darusman selaku Kepala Desa (Kades) Braja Asri, Lampung Timur meninggal dunia setelah diserang gajah liar pada 1 Januari 2026 lalu
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam penanganan konflik juga menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, pengelola memilih memprioritaskan penanganan konflik satwa dan keselamatan masyarakat dibandingkan dengan membuka akses wisata.


















