Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung Mulai Keluhkan Gatal-gatal

Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung Mulai Keluhkan Gatal-gatal
Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Intinya Sih
  • Warga terdampak banjir di Bandar Lampung mengeluhkan penyakit gatal-gatal setelah membersihkan lumpur dan genangan air di rumah mereka.
  • Asmah, salah satu warga, menyatakan bahwa obat-obatan dari puskesmas belum cukup meringankan keluhan penyakit gatal-gatal yang dideritanya.
  • Mumun berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat menyalurkan ekstra bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada warga terdampak banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Warga terdampak korban banjir di Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung mulai mengeluhkan penyakit gatal-gatal, Senin (20/1/2025).

Pantauan IDN Times, warga kampung setempat masih bergotong-royong membersihkan lingkungan pemukiman sekitar dari tumpukan lumpur maupun sampah. Beberapa di antaranya, terlihat mengantre mengakses layanan kesehatan berupa obat-obatan dibagikan petugas Puskesmas setempat.

Di tengah aktivitas warga tersebut, sejumlah petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) nampak ikut menyemproti setiap sudut pemukiman warga masih menyisakan tumpukan lumpur.

1. Warga mulai rasakan gatal-gatal hingga pusing

Asmah, warga Kampung Pasar Ambon mengeluhkan penyakit gatal-gatal pasca banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Asmah, warga Kampung Pasar Ambon mengeluhkan penyakit gatal-gatal pasca banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pascabencana banjir hebat tersebut, Asmah, salah satu warga Kampung Pasar Ambon mengatakan, masyarakat setempat hingga kini masih berupaya membersihkan dan membenahi kediaman masing-masing.

Meski demikian, dirinya terpaksa harus beristirahat lantaran tengah terjadi terjangkit penyakit gatal-gatal, setelah sebelumnya berjibaku menyingkirkan genangan air hingga lumpur mendiami rumahnya.

"Belum bisa kerja masih istirahat di rumah, ini sakit gatal-gatal di bagian kaki sebadan juga, panas dingin, pusing," ucapnya saat dimintai keterangan.

2. Obat-obatan puskesmas tak cukup membantu

Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Seiring dengan kondisinya saat ini, Asmah melanjutkan, telah mendapatkan obat-obatan dari petugas puskesmas setempat mengakui belum cukup meringankan keluhan penyakit gatal-gatal yang dideritanya.

"Sudah diobati tapi belum ada efek, jadi kalau terkena air tambah gatel, paling sekarang di rendam air hangat saja sama menghindari terkena air kotor," imbuhnya.

3. Minta bantuan sembako hingga pakaian layak pakai

Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
Penampakan pemukiman Kampung Pasar Ambon, Bandar Lampung pasca 3 hari kejadian banjir hebat. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain penyakit gatal-gatal, warga setempat lainnya, Mumun mengharapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dapat menyalurkan ekstra bantuan kepada warga setempat. Pasalnya, mayoritas warga kini belum dapat bekerja lantaran masih membersihkan lingkungan masing-masing.

Oleh karenanya, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan berupa sembako hingga pakaian layak pakai, termasuk seragam anak sekolah.

"Minta tolonglah, ada tanggung jawab lebih dari pemerintah, jangankan pakaian hari-hari, seragam sekolah anak-anak juga habis semua kerendam," imbuhnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna

Latest News Lampung

See More