Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung Berjibaku Bersihkan Lumpur
Warga menempati pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Way Belau, Kuripan, Teluk Betung Selatan terdampak banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Banjir melanda Bandar Lampung akibat hujan intensitas lebat, menyebabkan ratusan bangunan warga terendam lumpur dan sampah.
  • Air meluap cepat setelah 2 jam hujan, merusak perabotan rumah dan barang elektronik di pemukiman warga.
  • Banjir kali ini paling hebat dan berdampak besar, membuat warga harus membersihkan rumah dan warung dagangan mereka yang tergenang lumpur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Hujan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan bencana banjir melanda sebagian besar di wilayah Kota Bandar Lampung berangsur telah surut, Sabtu (18/1/2025) pagi.

Peristiwa banjir merendam ratusan bangunan warga tersebut menyisakan pekerjaan rumah tersendiri. Masyarakat kini harus berjibaku membersihkan kediamannya dari sampah dan lumpur.

"Mulai surutnya tadi subuh, ya ini sekarang sisanya tinggal lumpur-lumpur yang masuk sampai dalam rumah," ujar Endra (48) warga menempati pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Way Belau, Kuripan, Telukbetung Selatan dikonfirmasi Sabtu (18/1/2025).

1. Banjir rendam perabotan rumah tangga hingga barang elektronik warga

Warga menempati pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Way Belau, Kuripan, Teluk Betung Selatan terdampak banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Dalam peristiwa banjir kali ini, Endar mengatakan, air meluap melanda wilayah setempat terjadi amat cepat sekitar pukul 17.00 WIB, tepatnya usai hujan intensitas lebat mengguyur Kota Bandar Lampung, Jumat (17/1/2025) mulai sekitar pukul 15.00 WIB.

"Banjir kemarin, itu kira-kira setelah 2 jam hujan, karena air cepat datang akhirnya kita tidak bisa mengamankan barang-barang yang ada," ungkapnya.

Alhasil, aliran drainase dan arus Sungai Way Belau di wilayah setempat memasuki area pemukiman warga dan menggenangi rumah-rumah masyarakat. "Perabotan rumah, barang-barang elektronik semuanya kerendam, rusak semuanya," sambungnya.

2. Banjir kali ini diakui terparah

Warga menempati pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Way Belau, Kuripan, Teluk Betung Selatan terdampak banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain itu, Endar melanjutkan, bencana banjir kali ini juga membuat ia dan keluarga harus menata kembali barang-barang warung dagangannya yang juga ikut hanyut dibawa arus banjir.

Menurutnya, peristiwa banjir kali ini diakui paling hebat dan amat berdampak terhadap warga, bila dibandingkan dengan insiden serupa dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau di sini tiap tahun, banjir sudah musiman setiap kali masuk penghujan. Tahun-tahun sebelumnya juga ada banjir, cuma gak separah semalam ini," tegasnya.

3. Minta bantuan petugas hingga armada pengangkut sampah

Warga menempati pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Way Belau, Kuripan, Teluk Betung Selatan terdampak banjir. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Pengakuan serupa juga dikatakan Narti, peristiwa banjir turut berdampak pada kediamannya juga meninggalkan genangan lumpur. Ia berharap, pemerintah kota setempat segera mengerahkan petugas hingga armada kendaraan pengangkut sampah.

"Kami minta bantu untuk bersih-bersih, kalau sudah begini lelah semua, lelah pikiran iya, lelah tenaga juga iya, kasur saja sudah tidak bisa ditiduri," keluhnya.

Editorial Team