Warga Pringsewu Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Ruang Salat Rumah

- Irsyad Hidayat (43) meninggal di RSUD Pringsewu setelah ditemukan tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka pada Jumat (21/6/2024) pukul 20.00 WIB.
- Korban, seorang pedagang yang tinggal sendiri, pertama kali ditemukan oleh kerabatnya setelah curiga tidak bisa dihubungi selama dua hari dan tidak beraktifitas seperti biasa.
- Kapolsek Pringsewu kota menyatakan bahwa luka-luka yang dialami korban bukan karena tindak kejahatan, melainkan akibat pecah pembuluh darah saat terkena serangan sakit stroke.
Pringsewu, IDN Times - Irsyad Hidayat (43) warga Dusun Pager Gunung, Pekon Fajar Agung Kecamatan Pringsewu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Pringsewu. Warga itu ditemukan tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka ditubuhnya Jumat (21/6/2024) pukul 20.00 WIB.
Korban dalam kesehariannya berprofesi pedagang dan tinggal sendiri di rumahnya ini ditemukan tidak sadarkan diri dalam posisi telungkup di ruang salat rumah. Ditubuhnya juga ditemukan sejumlah luka di antaranya luka terbuka di pipi, luka memar di pinggang dan punggung serta lecet di kaki.
1. Ditemukan pertama kali oleh kerabat

Korban pertama kali ditemukan kerabatnya setelah curiga sudah dua hari tidak bisa dihubungi dan tidak beraktifitas seperti biasa di pasar. Kemudian dibawa ke RSUD Pringsewu untuk menjalani perawatan.
Kapolsek Pringsewu kota Kompol Rohmadi menjelaskan, pihaknya menerima laporan peristiwa tersebut Sabtu (22/6/2024) sekira pukul 09.30 WIB.
"Setelah menerima laporan warga personel Polsek Pringsewu kota langsung turun ke TKP untuk melakukan olah tempat kejadian serta identifikasi dan periksaan terhadap korban yang berada di RSUD Pringsewu," ujarnya.
2. Mulanya petugas curiga jadi korban tindak kejahatan

Kapolsek menjelaskan, pihaknya sempat curiga Irsyad menjadi korban tindak kejahatan. Namun setelah melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan berasama pihak medis diduga tidak ada unsur tindak pidana dan murni karena sakit yang di deritanya.
"Kami sempat curiga, namun ternyata luka-luka yang dialami korban tersebut bukan karena di aniaya melainkan akibat pecah pembuluh darah saat terkena serangan sakit stroke," ungkapnya.
3. Diduga serangan stroke

Mantan kasat Samapta Polres Tanggamus ini menambahkan, berdasarkan keterangan medis menyebut korban mengalami serangan stroke. Kesimpulan ini dikuatkan dengan hasil olah TKP bahwa dirumah korban tidak ditemukan ada benda atau barang milik korban yang hilang.
"Jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tandasnya



















