Makna Gelar 'Baginda Pemuka Bangsa' untuk Jokowi: Simbol Penghormatan

- Kedatun Keagungan Lampung menganugerahkan gelar adat 'Baginda Pemuka Bangsa' kepada Jokowi sebagai bentuk penghormatan atas pengabdiannya sebagai Presiden RI ketujuh.
- Mawardi Rahman Harirama menjelaskan, prosesi muakhi merupakan tradisi ribuan tahun masyarakat Lampung yang kini dikemas untuk mempererat persatuan dan memperkenalkan budaya Lampung ke seluruh Nusantara.
- Tokoh adat menilai Jokowi sebagai sosok baik yang sukses memimpin Indonesia dua periode, serta memiliki hubungan baik dengan Kedatun Keagungan Lampung melalui berbagai kegiatan budaya.
Bandar Lampung, IDN Times - Kedatun Keagungan Lampung mengungkapkan makna di balik penyematan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo. Gelar tersebut disebut sebagai penghormatan kepada seorang mantan kepala negara.
Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahman Harirama mengatakan, prosesi pemberian gelar adat atau muakhi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun lalu.
"Prosesi pemberian muakhi, pemberian gelar ini memang sudah berlaku beribu-ribu tahun yang lalu di Lampung. Dalam rangka kita menerapkan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung, nemui nyimah, silaturahmi," ujar pria bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, Sabtu (27/6/2026).
1. Bagian memperkenalkan tradisi adat Lampung

Mawardi menjelaskan, tradisi tersebut kini dikemas sebagai prosesi budaya untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Sekaligus memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia.
"Kalau di kampung biasanya muakhi itu biasa-biasa. Ini prosesi budaya dalam kita mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, memajukan budaya Lampung di seluruh Nusantara," katanya.
2. Bermakna simbol penghormatan kepada mantan kepala negara

Lebih lanjut Mawardi menjelaskan, gelar Baginda Pemuka Bangsa merupakan simbol penghormatan kepada Jokowi atas pengabdiannya sebagai Presiden RI ketujuh.
"Baginda Pemuka Bangsa tanda penghormatan beliau adalah Presiden RI yang ketujuh," jelasnya.
Selain itu, ia menambahkan, penyematan gelar adat tersebut juga disertai doa-doa yang dipanjatkan oleh para tokoh adat Kedatun Keagungan Lampung. "Tentu ada, Kedatun Keagungan punya doa yang paling banyak. Tadi sudah kita sampaikan," lanjutnya.
3. Sebut Jokowi sosok baik

Ditanya ihwal mengenai pandangan masyarakat Lampung terhadap sosok Jokowi, Mawardi menilai setiap orang memiliki penilaian masing-masing. Namun menurutnya, Jokowi telah berhasil memimpin Indonesia selama dua periode.
"Namanya orang banyak ya, macam-macam pemikiran sesuai dengan kemampuan ilmu dan pengalaman masing-masing. Tapi beliau sukses menjadi presiden 10 tahun, kalau penilaian itu masing-masing, silakan saja. Tapi penilaian kita baik tentunya, secara budaya baik," imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan, hubungan antara Kedatun Keagungan Lampung dengan Jokowi telah terjalin sebelumnya, termasuk saat bertemu di Istana Bogor dalam pembahasan mengenai repatriasi keraton se-Nusantara. "Saya sampaikan tadi dalam rangka repatriasi keraton se-Nusantara, ya," imbuhnya.


















