ilustrasi nakes kelelahan setelah memberikan pelayanan pasien positif COVID-19 (IDN Times/Ervan)
Dr Adit mengajak masyarakat untuk sabar dan sadar dalam menghadapi virus ini. Sebab semua orang sudah merasa lelah terlebih para tenaga kesehatan, hampir prustasi.
"Kita sudah benar-bener hopeless tapi kan kita harus benar-benar berhadapan. Kalau kita juga kaya masyarakat, terus siapa yang mau mengobati? Jadi masyarakat ayo terapkan protokol kesehatan harus lebih ketat dan disiplin," ajaknya.
Menurutnya menerapkan protokol kesehatan juga belum cukup tapi harus lebih berani mengingatkan orang lain yang tidak menerapkan itu.
"Pemerintah jangan hanya memperketat tapi hukumannya juga harus jelas. Ternyata imbauan, sosialisasi itu gak mempan," jelasnya.
Menurutnya perlu ada tindakan yang lebih representatif, mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan sekarang sembari memperhitungkan permasalahan satu bulan ke depan masih bisa terjawab atau tidak.
"Mungkin harus ada kaya di negara Australia, orang keluar gak pake masker kena Rp100 juta. Di Singapore orang gak patuh prokes langsung di sel. Mungkin harus begitu. Kita belum terbiasa diimbau kita harus dipaksa," jelasnya.