Lampung Timur, IDN Times - Upaya penanganan konflik manusia dan gajah di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, mendapat sorotan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung. Pembangunan tanggul yang ditujukan sebagai bagian dari mitigasi konflik justru bersinggungan dengan lahan pertanian masyarakat di Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Kepala Divisi Penguatan Sumber Daya Organisasi WALHI Lampung, Reza Maulana mengatakan, persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh agar upaya melindungi masyarakat dari konflik dengan gajah tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga.
Berdasarkan temuan lapangan WALHI Lampung, pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 588 meter berpotensi berdampak terhadap 94.937 meter persegi atau sekitar 9,49 hektare lahan pertanian.
