Ilustrasi dokter mencatat. (pexel.com/Ivan Samkov)
Dekan FK Unila, Evi Kurniawaty mengatakan, lahirnya empat PPDS tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan kerja bersama yang dilakukan sejak diterbitkannya izin pembukaan program pada Januari 2026. Dalam waktu relatif singkat, FK Unila menyiapkan kurikulum, sumber daya manusia, sarana pendukung, kerja sama dengan institusi pembina dan rumah sakit jejaring hingga proses seleksi peserta didik.
“Ini bukan proses yang singkat. Sejak SK terbit, kami langsung bergerak menyiapkan kurikulum, SDM, kerja sama dengan fakultas pembina, rumah sakit utama, dan rumah sakit jejaring. Alhamdulillah, proses seleksi sampai penerimaan peserta didik dapat kami selesaikan dan hari ini empat program bisa kita launching,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Menurut Evi, pembukaan PPDS bukan semata-mata penambahan program pendidikan di Unila. Program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan nyata di daerah, khususnya masih terbatasnya dokter spesialis di sejumlah kabupaten/kota. Sebab itu, menurutnya FK Unila mendorong pemerintah kabupaten/kota mengirimkan dokter umum terbaiknya untuk mengikuti pendidikan spesialis dengan orientasi pengabdian kembali ke daerah asal.
“Kami berharap dokter-dokter yang dikirim oleh kabupaten-kota nantinya kembali ke daerah masing-masing. Jadi setelah selesai pendidikan, mereka tidak hanya menjadi spesialis, tetapi memang kembali untuk mengisi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerahnya,” kata Evi.