Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Transaksi QRIS Lampung Rp2,96 Triliun, BI Dorong Transformasi Digital

Bandar Lampung
5 min read
Transaksi QRIS Lampung Rp2,96 Triliun, BI Dorong Transformasi Digital
Ilustrasi transaksi QRIS memudahkan layanan keuangan digital (IDN Times/ Feny Maulia Agustin)
  • Transaksi QRIS Lampung mencapai Rp2,96 triliun dari 32 juta transaksi hingga Agustus 2026, didukung 963 ribu merchant di tengah pertumbuhan ekonomi keuangan digital nasional.
  • Seluruh pemerintah daerah Lampung mencapai tahap Digital dalam Indeks ETPD Semester I 2026; Lampung, Metro, dan Lampung Utara meraih penghargaan atas percepatan elektronifikasi.
  • Lampung juga memenangkan penghargaan TPID 2026 berkat koordinasi pengendalian inflasi, sementara BI mendorong digitalisasi aman, inklusif, terintegrasi, serta didukung inovasi dan talenta digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Transaksi ekonomi keuangan digital tumbuh sebesar 40,36 persen (yoy) atau mencapai 6,11 miliar transaksi pada Agustus 2026. Capaian ekonomi keuangan digital ini didukung oleh peningkatan akseptasi QRIS yang mencapai 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant.

Sedangkan di Provinsi Lampung, akselerasi digitalisasi menunjukkan capaian yang menggembirakan. Jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung telah mencapai 963 ribu merchant dengan nilai transaksi Rp2,96 triliun dan volume transaksi sebesar 32 juta transaksi hingga per Agustus 2026,

"Ke depan, optimalisasi manfaat akseptasi QRIS terus ditingkatkan seiring pertumbuhan penggunaan Kartu Kredit Indonesia. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel menggunakan BI-FAST mencapai 549 juta transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.346 triliun," jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, Sabtu (26/9/2026).

  1. 1. Indeks ETPD Lampung Semester I 2026 sudah digital

    Transaksi QRIS di Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
    Transaksi QRIS di Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

    Bimo menjelaskan, dari sisi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) seluruh pemerintah daerah di Provinsi Lampung pada Semester I 2026 telah berada pada tahap Digital.

    Alhasil, komitmen percepatan digitalisasi daerah di Provinsi Lampung juga memperoleh apresiasi melalui Championship TP2DD 2026. Pemerintah Provinsi Lampung meraih Juara III TP2DD Provinsi Terbaik Wilayah Sumatera.

    Di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Kota Metro meraih Juara II TP2DD Kota Terbaik Wilayah Sumatera, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara meraih Juara III TP2DD Kabupaten Terbaik Wilayah Sumatera.

    "Capaian tersebut mencerminkan kuatnya sinergi Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan mitra strategis dalam memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah guna meningkatkan efisiensi tata kelola, transparansi, dan kualitas layanan publik," papar Bimo.

  2. 2. Sinergi pengendalian inflasih daerah Lampung diganjar apresiasi pusat

    Pemerintah Provinsi Lampung meraih Juara I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera. (Dok. BI).
    Pemerintah Provinsi Lampung meraih Juara I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera. (Dok. BI).

    Sinergi pengendalian inflasi daerah membuahkan apresiasi di tingkat nasional melalui tiga penghargaan pada TPID Awards 2026. Pemerintah Provinsi Lampung meraih Juara I TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera, yang diterima oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.

    Di tingkat kabupaten/kota, Pemerintah Kota Metro meraih Juara I dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur meraih Juara III TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sumatera. Bimo mengatakan, capaian ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Provinsi Lampung, 15 kabupaten/kota, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya, antara lain melalui operasi pasar murah secara berkala bersama Perum Bulog serta penguatan pemantauan harga dan pasokan komoditas pangan strategis.

    "Percepatan digitalisasi daerah terus didorong untuk meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkuat konektivitas antarpelaku ekonomi, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Penguatan agenda pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah ini diharapkan dapat menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi, di tingkat daerah hingga nasional," kata Bimo.

  3. 3. Helat FEKDI x IFSE 2026

    Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-26 September 2026. (Dok. BI).
    Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-26 September 2026. (Dok. BI).

    Bimo menambahkan, penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital (EKD) di daerah turut didorong melalui Festival Semarak Inspirasi dan Gebyar Elektronifikasi (SIGER FEST) 2026 yang berlangsung sejak Juni hingga September 2026 dengan semangat "Bijak Bertransaksi, Siap Digitalisasi".

    Bahkan skala nasional, sinergi kebijakan, inovasi, dan penguatan talenta digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan transformasi EKD sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Semangat tersebut menjadi fokus Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH). Rangkaian gelaran berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-26 September 2026, mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional".

    Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 disinergikan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi (PI) dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) yang disertai dengan penganugerahan TPID Awards dan Championship TP2DD atas inovasi efisiensi tata kelola daerah.

  4. 4. Transformasi digital perlu terus diakselerasi

    Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) digelar di Jakarta International Co
    Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-26 September 2026. (Dok. BI).

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan, transformasi digital perlu terus diakselerasi di tengah prospek ekonomi global yang belum kuat, ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi, serta risiko digital yang semakin kompleks. Sejalan dengan semangat Sinergi Merah Putih, akselerasi tersebut perlu didukung sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan serta penguatan keamanan sistem pembayaran dan pelindungan konsumen.

    “FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi. Transformasi digital harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Destry.

    Ia menambahkan, ekonomi dan keuangan digital membutuhkan infrastruktur yang menghubungkan manusia, wilayah, pasar, dan pusat-pusat pertumbuhan. Dengan dukungan infrastruktur digital yang cepat, serta terkoneksi dan terintegrasi dengan infrastruktur fisik, transformasi digital akan mampu menghasilkan ekonomi yang semakin produktif, masyarakat yang semakin terhubung, dan pembangunan yang semakin merata.

    Destry menegaskan pentingnya sinergi kebijakan agar transformasi digital memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat. “Kami mengusung semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa untuk menyatukan infrastruktur digital nasional, menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah, serta membangun standar agar seluruh ekosistem terkoneksi dan berbicara dalam bahasa yang sama," ujarnya.

    Transformasi tersebut diperkuat dengan prinsip 3I (Impactful, Inklusif, dan Integratif) agar digitalisasi memberikan manfaat nyata, memperluas akses masyarakat, dan membangun ekosistem yang semakin terkoneksi. Prinsip ini juga didukung Sinergi Merah Putih yang erat antara Bank Indonesia dengan pemerintah, asosiasi dan pelaku industri sistem pembayaran, dan seluruh masyarakat.

  5. 5. Potensi ekonomi digital Indonesia besar

    Ilustrasi ekonomi digital dengan ikon e-commerce, fintech, dan layanan online
    Ilustrasi ekonomi digital dengan konsep e-commerce, fintech, dan layanan on-demand. (freepik.com)

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. “Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, dengan nilai mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada 2030," ujar Airlangga.

    Potensi ekonomi digital Indonesia perlu dioptimalkan melalui inovasi dan pengembangan talenta digital agar semakin inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sejalan dengan itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi memastikan inovasi memberikan manfaat nyata bagi ekonomi riil.

    “Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat," ujarnya.

    Pentingnya sinergi turut ditekankan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, khususnya antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More