Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rektor Beber Tips Empat Pilar Arsitektur Manajemen Krisis Unila

Bandar Lampung
Rektor Beber Tips Empat Pilar Arsitektur Manajemen Krisis Unila
Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani memaparkan pandangannya dalam Insight Session Forum Kebijakan dan Bimbingan Teknis Komunikasi Strategis, digelar HUMAS INDONESIA dan Kemdiktisaintek di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (Dok. Unila).
Intinya Sih
  • Rektor Unila Lusmeilia Afriani menegaskan krisis kampus bisa jadi momentum peningkatan kualitas melalui empat pilar manajemen reputasi berbasis integritas, komunikasi terbuka, dan tata kelola adaptif.
  • Transformasi komunikasi dan tata kelola Unila berbuah belasan penghargaan nasional 2022–2025, menegaskan pentingnya akuntabilitas, transparansi, serta peran humas sebagai garda depan reputasi institusi.
  • Forum turut membahas lima tahapan komunikasi krisis bagi perguruan tinggi se-Indonesia dan mendorong lahirnya Whitepaper Peta Jalan Komunikasi Krisis Nasional di era digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Krisis dialami perguruan tinggi tidak melulu berujung pada kejatuhan reputasi. Jika dikelola dengan ketahanan sistem, keterbukaan, dan tata kelola yang adaptif (Good University Governance), krisis justru dapat ditransformasikan menjadi momentum lompatan kualitas dan pemulihan kepercayaan publik secara signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani saat memaparkan pandangannya dalam Insight Session Forum Kebijakan dan Bimbingan Teknis Komunikasi Strategis, digelar HUMAS INDONESIA dan Kemdiktisaintek di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

1. Empat pilar arsitektur manajemen krisis Unila

WhatsApp-Image-2026-07-22-at-11.08.10-1536x1153.jpeg
Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani. (Dok. Unila).

Dalam kegiatan itu, Lusmeilia memaparkan materi bertajuk “Navigasi Reputasi di Era Disrupsi Informasi: Arsitektur Manajemen Krisis Universitas Lampung”. Menurutnya, di era digital, isu internal kampus dapat bertransformasi menjadi krisis nasional hanya dalam hitungan jam.

Sebagai institusi berbasis nilai (value-based institution), perguruan tinggi dituntut untuk cermat menyeimbangkan antara kebutuhan respons cepat di era media sosial dengan prinsip verifikasi akademik yang akurat. Menjawab tantangan disrupsi tersebut, Unila memformulasikan empat pilar utama manajemen reputasi.

"Pendekatan ini meletakkan perguruan tinggi sebagai penjaga moral sekaligus wajah intelektual bangsa melalui penguatan integritas, pemikiran kritis, dan kepemimpinan yang memberi teladan (leading by example)," ujar Lusi sapaan akrab rektor.

Karakter tersebut kemudian ditopang oleh pelembagaan komunikasi krisis berbasis Good University Governance (GUG) yang mewujud dalam prosedur operasional standar (SOP), mekanisme mitigasi risiko, serta keterbukaan informasi berbasis data terverifikasi.

2. Transformasi tata kelola dan komunikasi Unila ini terbukti membuahkan hasi

ilustrasi manajemen proyek (freepik.com/rawpixel.com)
ilustrasi manajemen proyek (freepik.com/rawpixel.com)

Rektor Unila mengemukakan, Unila menempatkan reputasi sebagai aset strategis yang dijaga lewat kemitraan proaktif bersama pemangku kepentingan (stakeholders) dan komunikasi preventif sebelum sebuah isu membesar.

Seluruh fondasi ini berujung pada penyampaian komunikasi publik yang efektif dan empatis, yakni dengan memadukan pendengaran aktif (active listening), strategi multi-kanal, serta penyampaian narasi yang senantiasa berpijak pada capaian riil institusi.

“Fungsi kehumasan di perguruan tinggi masa kini tidak lagi sekadar menjadi pemadam kebakaran atau pembuat siaran pers belaka, melainkan garda terdepan penentu reputasi dan keberlanjutan organisasi. Kami di Unila belajar bahwa ketahanan reputasi hanya bisa berdiri kokoh di atas fondasi akuntabilitas dan transparansi,” tegas Lusi.

Transformasi tata kelola dan komunikasi Unila ini terbukti membuahkan hasil. Dalam kurun waktu 2022–2025, Unila secara konsisten memboyong belasan penghargaan bergengsi dalam Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Kemdiktisaintek, dan Anugerah Media Humas (AMH) Kemkomdigi, mulai dari Gold Winner Kategori Siaran Pers, Majalah, Laman, hingga Media Sosial.

3. Sinergi tahapan komunikasi krisis

ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)
ilustrasi kolaborasi (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Sejalan dengan pandangan Rektor Unila, Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kemdiktisaintek, Manifes Zubair, turut menjabarkan lima tahapan standar pengelolaan komunikasi krisis yang wajib diadaptasi perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Proses ini diawali dari penetapan strategi krisis oleh pimpinan melalui penunjukan juru bicara serta tim respons cepat, yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan isu, analisis risiko, dan penentuan pesan utama. Pada tahap berikutnya, institusi menyusun rencana respons serta menguatkan koordinasi internal sebelum melangkah ke proses pengumpulan, verifikasi data, dan formulasi narasi yang akurat.

Alur sistematis ini memuncak pada penyampaian rekomendasi strategis sebagai dasar pengambilan keputusan komunikasi publik yang tepat dan terukur. Keseluruhan perumusan dan pertukaran gagasan dalam acara ini diarahkan untuk memberi dampak nyata bagi ekosistem pendidikan tinggi.

4. Soroti rekan jejak Unila hadapi badai komunikasi

ilustrasi kolaborasi ide (Pexels.com/Tirachard Kumtanom)
ilustrasi kolaborasi ide (Pexels.com/Tirachard Kumtanom)

CEO HUMAS INDONESIA, Asmono Wikan menyoroti rekam jejak Unila dalam menghadapi badai komunikasi beberapa tahun lalu. Menurutnya, pengalaman Unila merupakan studi kasus bernilai tinggi bagi ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

“Krisis itu tidak selamanya buruk. Ada kemampuan untuk membalikkan krisis menjadi berkah. Kita tahu perjalanan Unila mengelola komunikasi krisis Rektor tidaklah mudah, namun Unila membuktikan mampu bangkit dan memiliki nilai lebih tinggi berkat kepemimpinan yang terbuka dan tata kelola humas yang matang,” ujar Asmono.

Diketahui kegiatan ini menghadirkan Kepala Biro Umum, Humas, dan PBJ Kemdiktisaintek Manifes Zubair, bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi terkemuka tanah air seperti UGM, ITB, IPB, dan Undip. Forum yang diikuti 150 pimpinan dan praktisi kehumasan perguruan tinggi se-Indonesia tersebut ditargetkan mampu melahirkan Whitepaper Peta Jalan Komunikasi Krisis Perguruan Tinggi Nasional sebagai panduan standar mitigasi krisis di era digital.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More