Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

TPU Pringsewu Dijadikan Arena Perang Petasan, Polisi Jaga Ketat Lokasi

TPU Pringsewu Dijadikan Arena Perang Petasan, Polisi Jaga Ketat Lokasi
Polisi melaksanakan patroli di area TPU Kelurahan Pringsewu Selatan. (Dok. Polres Pringsewu).
Intinya Sih
  • Polisi memperketat penjagaan di TPU Pringsewu Selatan setelah terjadi perang petasan dan kembang api yang melibatkan puluhan remaja, demi menjaga ketertiban selama Ramadan.
  • Kapolsek Pringsewu Kota menegaskan langkah preventif dilakukan melalui patroli rutin dan pembinaan persuasif agar remaja memahami bahaya serta konsekuensi hukum dari penggunaan petasan.
  • Aksi perang petasan disebut warga sering berulang tiap Ramadan, sehingga masyarakat mendukung upaya kepolisian menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar pemakaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pringsewu, IDN Times - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pringsewu Selatan mendadak dijaga polisi. Itu terkait laporan aksi perang petasan dan kembang api melibatkan puluhan remaja lokasi setempat.

Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora membenarkan adanya laporan aktivitas meresahkan masyarakat di lokasi pemakaman setempat. Sejumlah personel dari Polres Pringsewu bersama Polsek Pringsewu Kota dikerahkan melaksanakan berpatroli dan berjaga di sekitar TPU.

"Ya, penjagaan ini dilakukan menyusul aksi perang petasan dan kembang api yang melibatkan puluhan remaja di area pemakaman tersebut sehari sebelumnya," ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

1. Dibina persuasif

IMG-20260221-WA0008.jpg
Polisi melaksanakan patroli di area TPU Kelurahan Pringsewu Selatan. (Dok. Polres Pringsewu).

Ramon mengatakan, kegiatan patroli ditujukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Pringsewu selama Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami ingin Ramadan berjalan aman dan nyaman. Jangan sampai aktivitas petasan ini justru menimbulkan gangguan dan membahayakan,” tegasnya.

Selain penjagaan, ia melanjutkan, petugas turut pendekatan persuasif kepada para remaja berkumpul di lokasi setempat. Misalnya, pembinaan diberikan untuk mengingatkan bahaya petasan, baik dari sisi keselamatan maupun konsekuensi hukum.

“Langkah kami mengedepankan humanis. Anak-anak diberi pemahaman, agar tidak mengulangi perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” lanjut dia.

2. Petakan titik rawan dan giatkan patroli

IMG-20260221-WA0009.jpg
Polisi melaksanakan patroli di area TPU Kelurahan Pringsewu Selatan. (Dok. Polres Pringsewu).

Aktivitas perang petasan tidak bisa dianggap sekadar kenakalan remaja. Pasalnya, jika dibiarkan, kegiatan itu justru berpotensi berkembang menjadi konflik antarkelompok masyarakat.

Oleh karenanya, Ramon memastikan kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam hingga menjelang sahur. Termasuk meningkatkan kegiatan patroli pada jam-jam rawan dengan melibatkan koordinasi bersama tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua harus memastikan anak-anak tidak keluar rumah tanpa tujuan jelas, apalagi membawa petasan. Polisi memastikan akan menindak tegas, jika ditemukan penggunaan petasan berdaya ledak tinggi yang membahayakan keselamatan masyarakat," seru kapolsek.

3. Terjadi setiap Ramadan

Ilustrasi petasan. (pexels.com/Wendelin Jacober)
Ilustrasi petasan. (pexels.com/Wendelin Jacober)

Salah satu warga setempat, Fikri mengatakan, aksi perang petasan dan kembang api di area TPU Pringsewu Selatan kerap terjadi hampir setiap tahun saat ramadan. Menurutnya, remaja datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari desa lain.

“Suara petasan sangat mengganggu, terutama untuk orang tua dan anak kecil. Sudah sering ditegur, tapi biasanya hanya berhenti sebentar,” ucapnya.

Selain itu, ia turut mengapresiasi langkah cepat kepolisian langsung melakukan penjagaan setelah terjadi keributan. “Dengan patroli, setidaknya anak-anak jadi berpikir ulang untuk perang petasan lagi. Kami berharap lingkungan tetap aman dan nyaman selama Ramadan,” imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More