TNI Percepat Sebaran Satuan di Lampung-Bengkulu, 28 Jembatan Dikebut

- TNI melalui Kodam XXI/Radin Inten mempercepat penyebaran satuan di Lampung dan Bengkulu untuk memperkuat pertahanan serta mendukung pembangunan daerah meski markas dan asrama masih dibangun.
- Pembangunan markas prajurit terus berjalan, dengan beberapa lokasi sudah selesai sebagian, sementara lainnya masih menggunakan markas sementara sambil menunggu fasilitas rampung sepenuhnya.
- Selain bertugas menjaga keamanan, prajurit juga membantu ketahanan pangan dan pembangunan 28 jembatan perintis yang ditargetkan selesai dalam 35 hari guna memperlancar mobilitas warga.
Bandar Lampung, IDN Times - Komando Daerah Militer (Kodam) XXI/Radin Inten memastikan penyebaran satuan teritorial di wilayah Provinsi Lampung dan Bengkulu terus berjalan di tengah proses pembangunan markas dan asrama prajurit TNI.
Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, penempatan prajurit di sejumlah wilayah tetap dilakukan sebagai bagian dari penguatan pertahanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
“Penyebaran satuan tetap berjalan, walaupun pembangunan markas dan asrama masih dalam proses,” ujarnya dimintai keterangan usai acara Halal Bihalal Pangdam bersama BEM dan jurnalis di Kota Bandar Lampung, Senin (13/4/2026).
1. Satuan sudah tersebar di sejumlah wilayah strategis

Kristomei menyebutkan, beberapa satuan teritorial saat ini telah menempati berbagai titik di Lampung dan Bengkulu. Di antaranya berada di Lampung Tengah tepatnya di Seputih Mataram, Way Kanan di Way Tuba, serta Lampung Timur tersebar di Labuhan Ratu dan Braja Sakti.
Selain itu, satuan juga ditempatkan di wilayah Tanggamus seperti Pandu dan Baron Sakti, serta Pesisir Barat di Ngambur dan Rajabasa Sakti. Kemudian penempatan markas brigade berada di Kotabumi.
"Untuk wilayah Provinsi Bengkulu, penyebaran dilakukan di Kabupaten Seluma dan Bengkulu Utara," katanya.
2. Pembangunan markas belum sepenuhnya rampung

Kristomei menjelaskan, progres pembangunan markas dan fasilitas prajurit terus berjalan. Di Way Kanan, pembangunan kantor di Way Tuba bahkan telah mencapai 100 persen. Namun, fasilitas perumahan prajurit masih dalam tahap penyelesaian.
Sementara di wilayah lain, prajurit masih menempati markas sementara. Seperti di Lampung Timur yang berada di Desa Rajabasa Lama, serta di Tanggamus yang berlokasi di Kota Agung.
"Kami berharap pemerintah dapat segera menuntaskan pembangunan markas dan asrama, agar prajurit dapat bertugas dengan fasilitas yang lebih layak," ucapnya.
3. Prajurit tetap jalankan tugas meski fasilitas terbatas

Meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, Kritomei memastikan prajurit tetap menjalankan tugasnya. Mereka diinstruksikan untuk terus melakukan pembinaan fisik dan kemampuan sebagai pasukan infanteri maupun teritorial.
Tak hanya itu, prajurit juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah masing-masing, serta membantu aparat kepolisian dan pemerintah daerah menjaga keamanan. “Termasuk patroli untuk mencegah aksi kriminal seperti begal dan perampokan,” jelasnya.
4. TNI kebut pembangunan 28 jembatan perintis

Kodam XXI/Radin Inten juga tengah menggenjot pembangunan infrastruktur melalui program jembatan perintis. Sebanyak 28 jembatan mulai dibangun sejak April 2026 di wilayah Lampung dan Bengkulu, dengan target penyelesaian selama 35 hari kerja.
Salah satu lokasi pembangunan berada di Way Marem, Kali Pasir, Kabupaten Lampung Timur. Sebelumnya, dua jembatan juga telah diresmikan, yakni di Desa Kumbayan, Tanggamus dan Sukarjo 4, Pringsewu.
"Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, mempercepat akses anak sekolah, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah yang sebelumnya terhambat karena akses terbatas," imbuhnya.


















