Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Terdampak Banjir, 6 Ribu Hektare Sawah di Lampung Terancam Gagal Tanam

Terdampak Banjir, 6 Ribu Hektare Sawah di Lampung Terancam Gagal Tanam
Peristiwa banjir melanda Kabupaten Pringsewu, Senin (20/1/2025). (DOK. BPBD Lampung).
Intinya Sih
  • Lebih dari 6 ribu hektare pesawahan di Lampung terdampak banjir dan terancam gagal tanam.
  • Banjir merendam area pesawahan di empat kabupaten, dengan Lampung Timur mencapai 4.456,4 Ha.
  • BPBD Provinsi Lampung melakukan koordinasi penanganan darurat dan pendistribusian bantuan logistik untuk korban banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Lebih dari 6 ribu hektare (Ha) pesawahan di Provinsi Lampung terdampak banjir dan terancam gagal tanam. Kabupaten Lampung Timur menjadi wilayah terluas dan terparah total mencapai 4.456,4 Ha.

Berdasarkan data perkembangan kejadian banjir pada 21 Januari 2025 pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat, banjir merendam area pesawahan di empat kabupaten meliputi Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pringsewu.

Data terhimpun, lahan sawah terdampak banjir di Kabupaten Lampung Timur 4.456,4 Ha, Lampung Selatan (diperkirakan lebih dari 1.000 Ha), Pringsewu (793,5 Ha), dan Lampung Tengah (81 Ha).

1. Lampung Timur paling banyak sawah terendam banjir

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Lebih rinci di Kabupaten Lampung Timur, banjir merendam lahan persawahan di Kecamatan Way Bungur seluas 317,6 Ha, Batanghari (50 Нa), Sekampung Udik (350 Ha), Sukadana (25 Ha), Waway karya (1.478 Ha), Bumi Agung (10 Ha), Jabung (1.198,80 Ha), Pasir Sakti (858 Ha), Mataram Baru (169 Ha).

Kemudian di Pringsewu area sawah terdampak banjir terjadi di Kecamatan Gading Rejo (320 Ha), Ambarawa (445 Ha), Banyumas (4 Ha), dan Sukoharjo (28,5 Ha). Dari Lampung Selatan masih dalam pendataan diperkirakan banjir merendam 1.000 Ha sawah.

Lalu dari Lampung Tengah, banjir ikut menggenangi dua wilayah di Kecamatan Bekri tepat di Kampung Goras Jaya (70 Ha) dan Kampung Sinar Banten (11 Ha).

2. BBWS mulai perbaiki tanggul jebol

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Terkait kondisi ini, Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat mengatakan, BPBD Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lampung Tengah, aparat TNI/Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, serta melibatkan Forum Rescue Relawan Lampung dan Forum Pengurangan Resiko Bencana Lampung, guna melakukan upaya penanganan darurat sesegera mungkin.

Koordinasi dimaksud turut melibatkan aparatur kecamatan hingga kampung, terutama langsung meninjau lokasi kejadian terdampak banjir dan melakukan pendataan.

"Selain mendata, kami juga membantu warga mengevakuasi barang-barang dan memastikan penyaluran batuan tepat sasaran. Sementara untuk tanggul yang jebol, saat ini sedang dilakukan proses penutupan oleh pihak BBWS," ucapnya.

3. Penanggulangan melibatkan instansi terkait

Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).
Penampakan banjir merendam sawah dan pemukiman warga di Lampung Timur. (Dok. BPBD Lampung Timur).

Seperti upaya penanggulangan di Kota Bandar Lampung, Wahyu menambahkan, BPBD Provinsi Lampung telah menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak banjir. Sementara tim dari BPBD Kota Bandar Lampung terus membersihkan lumpur yang masuk ke pemukiman warga dibantu instansi terkait lainnya.

"Pendistribusian air bersih, evakuasi pohon tumbang, peninjauan drainase tersumbat karena dicor dan evakuasi genangan air pasca, upaya-upaya ini terus kami lakukan," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More