Kedok Investasi Arisan, IRT di Pesawaran Tipu Tetangga Puluhan Juta

Tersangka berdalih motif ekonomi

Intinya Sih...

  • Seorang IRT di Pesawaran melakukan penipuan investasi arisan, meraih puluhan juta dari korban.
  • Tersangka berhasil membujuk tetangganya untuk mentransfer uang sebagai anggota investasi arisan.
  • Korban mengalami kerugian Rp29.100.000 akibat investasi bodong, pelaku berdalih motif ekonomi.

Pesawaran, IDN Times - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Pesawaran melancarkan aksi tindak pidana penipuan dan penggelapan modus investasi arisan. Pelaku meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari korbannya.

Tersangka inisal OA (26) warga Desa Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran. Perempuan tersebut kini telah diringkus petugas Satreskrim Polres Pesawaran.

"Iya, pelaku telah ditetapkan tersangka inisal OA ini berhasil diringkus petugas kami di sebuah rumah berada di Desa Negeri Sakti, Gedong Tataan," ujar Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Devrat Aolia Arfan, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga: Coklit Capai 91,26 Persen, Bawaslu Lampung Uji Petik Kinerja Pantarlih

1. Diawali bujuk rayu investasi bodong berkedok arisan

Kedok Investasi Arisan, IRT di Pesawaran Tipu Tetangga Puluhan Jutailustrasi menabung(pexels.com/maitree rimthong)

Davrat menjelaskan, tindak pidana penipuan dan penggelapan ini terjadi pada rentan waktu Mei-Juni 2024. Mulanya, OA berhasil membujuk rayu korban Novi tak lain merupakan tetangganya sendiri, untuk mengikuti anggota investasi arisan diadakan oleh tersangka.

Kemudian korban berhasil diperdaya atas bujuk rayu dari tersangka OA, untuk mengirimkan sejumlah nominal uang keikutsertaan menjadi anggota investasi arisan.

"Iya, jadi mulai sekitar akhir Mei sampai pertengahan Juni 2024, korban Novi ini rutin mentransfer uang dengan nominal bervariatif kepada tersangka OA," ungkap Kasatreskrim.

2. Nilai kerugian korban Rp21,1 juta

Kedok Investasi Arisan, IRT di Pesawaran Tipu Tetangga Puluhan Jutailustrasi menghitung dengan kalkulator(pexels.com/Karolina Kaboompics)

Dalam praktiknya, Davrat merincikan, korban Novi awalnya mengirimkan uang Rp6,9 juta kepada OA melalui nomor rekening milik tersangka pada 26 Mei 2024, disusul Rp5,3 juta (26 Juni 2024), Rp6 juta (29 Mei 2024), Rp5 juta (3 Juni 2024), dan Rp4,85 juta (11 Juni 2024.

Kemudian tersangka OA menghilang tanpa diketahui keberadaannya. Akibat praktik investasi berkedok arisan bodong ini, korban Novi total mengalami kerugian ditaksir senilai Rp29.100.000.

"Dari tangan pelaku, Tim Tekab berhasil mengamankan barang bukti satu bundel print out rekening koran bank BRI dan enam bukti transfer dari korban Novi kepada tersangka OA," ucapnya.

3. Berdalih motif ekonomi

Kedok Investasi Arisan, IRT di Pesawaran Tipu Tetangga Puluhan JutaIlustrasi borgol. (IDN Times)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Davrat mengatakan, tersangka OA berdalih melancarkan aksi penipuan dan penggelapan ini lantaran motif ekonomi, demi mendapatkan keuntungan dengan cara cepat.

"Atas perbuatannya, OA disangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana. Ancaman maksimal pidana empat tahun penjara," tandas kasatreskrim.

Baca Juga: Paman Perkosa Ponakan di Pesawaran, Terungkap Kirim Pesan WhatsApp 

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya