Comscore Tracker

Disnakkeswan: Daging Sapi Lampung Aman Konsumsi dan Bebas PMK

25.497 ekor sapi siap amankan kebutuhan stok hewan kurban

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan daging hewan ternak beredar di wilayah setempat aman dikonsumsi dan bebas dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Pernyataan itu resmi dikeluarkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti di tengah penanggulangan wabah PMK menjelang Hari Raya Idul Adha 2022/1443 Hijriah.

"Kita sudah melakukan monitoring dan pendataan, baik untuk hewan dan daging yang beredar, maupun lapak-lapak yang menjual hewan kurban. Kami pasti semua aman," ujarnya, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Hewan Ternak  Gejala PMK? Pemkot Bandar Lampung Siap Periksa Gratis!

1. Pemprov Lampung lockdown 4 kabupaten

Disnakkeswan: Daging Sapi Lampung Aman Konsumsi dan Bebas PMKRakor Disnakkeswan Provinsi Lampung terkait penanggulangan PMK. (IDN Times/Istimewa)

Menyambut datangnya hari kurban, Lili juga menyatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap aktivitas keluar masuk hewan ternak untuk Provinsi Lampung.

Selain itu, pemerintah daerah telah resmi menutup pintu masuk hewan ternak bagi 4 kabupaten di Provinsi Lampung dinyatakan status 'Daerah Tertular PMK', yakni Kabupaten Tulangbawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, dan Lampung Timur.

"Empat kabupaten tersebut sejak kemarin, sudah langsung kami lakukan lockdown (lalu lintas hewan ternah). Kami sampaikan kita saat ini masih status waspada," imbuhnya.

2. Tiap hewan hendak melintas Lampung wajib memiliki SKKH

Disnakkeswan: Daging Sapi Lampung Aman Konsumsi dan Bebas PMKPetugas kesehatan hewan DKP3 Kota Depok melakukan pemeriksaan pencegahan PMK terhadap hewan ternak. (IDNTimes/Dicky)

Sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung Nomor 045.2/1655/V.23/2022, Lili Mawarti turut menyatakan, jajaran Dinakkeswan bersama pihak terkait lainnya telah mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan PMK di Provinsi Lampung.

Langkah itu seperti pembatasan lalulintas ternak dari luar daerah, membentuk Satgas dan Unit Reaksi cepat penanggulangan PMK agar tidak terjadi penyebaran dari daerah suspek ke kabupaten lainnya, serta membatasi dan membuat Cek Poin bagi hewan ternak.

"Jadi tiap hewan, wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) diterbitkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan baik provinsi maupun kabupaten/kota. Untuk hewan kurban yang akan disembelih maupun hewan yang diperjualbelikan," ucapnya.

3. Masyarakat diimbau tidak ragu mengonsumsi daging

Disnakkeswan: Daging Sapi Lampung Aman Konsumsi dan Bebas PMKilustrasi tempat penjual daging sapi (Unsplash.com/毛 祥)

Mempertimbangkan sederet langkah kebijakan tersebut, Lili Mawarti menambahkan, PMK menjangkit hewan ternak khususnya jenis sapi, jangan sampai membuat masyarakat untuk ragu dalam mengonsumsi daging maupun panganan asal jenis hewan.

Pasalnya, PMK pada hewan ternak tidak memiliki faktor zoonosis, atau tingkat penularan kepada manusia. “Memasuki Hari Raya Idul Adha, kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengonsumsi daging. PMK tidak menular ke manusia,” yakinnya.

Namun bila memang hewan hendak dikonsumsi tersebut pernah dinyatakan terjangkit PMK, maka ia meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi bagian pencernaan pada hewan tersebut. “Sesuai namanya, kalau terpaksa disembelih karena sakit misalkan, bagian tidak boleh di makan itu adalah kaki, kepala, dan bagian dalam (jeroan),” lanjut dia.

4. Lampung telah menyiapkan 25.497 ekor hewan kurban sapi

Disnakkeswan: Daging Sapi Lampung Aman Konsumsi dan Bebas PMKPenampakan salah satu ternak sapi di Jagabaya, Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Terkait kebutuhan hewan kurban di masa Hari Raya Idul Adha tahun ini, Lili menginformasikan, Provinsi Lampung memiliki kebutuhan lebih dari cukup.

"Dimana saat ini terdapat 25.497 ekor hewan kurban sapi di Provinsi Lampung, dari kebutuhan 16.544 ekor sapi kurban," tandas dia.

Baca Juga: Lampung Belum Prioritas Terima Vaksin Meski 323 Ekor Sapi Positif PMK

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya