Comscore Tracker

Anak Muda Lebih Nyaman Curhat Kesehatan Seksual Reproduksi ke Teman

Konseling sebaya efektif jadi ruang aman

Bandar Lampung, IDN Times - Persoalan Kesehatan Seksual dan Reproduksi dialami perempuan dan laki-laki muda masih menjadi persoalan tabu untuk dibahas. Padahal, minimnya informasi terkait itu berdampak pada tingginya angka perkawinan anak di Provinsi Lampung karena kehamilan tak diinginkan.

Merujuk hal itu, Lembaga Advokasi Perempuan Damar bersama Empowomen menyelenggarakan Training Konseling bagi konselor sebaya di hotel Batiqa Lampung, 15-17 Oktober 2021.

Baca Juga: FJPL: Media Kerap Langgar Kode Etik Jurnalistik Berita Pelecehan Seksual

1. Konseling sebaya efektif jadi ruang aman

Anak Muda Lebih Nyaman Curhat Kesehatan Seksual Reproduksi ke Temanilustrasi konseling (www.umary.edu)

Ana Yunita Direktur Perempuan Damar mengatakan, hasil survei mini dilakukan Perempuan Damar bersama Empo menunjukkan, perempuan dan laki-laki muda merasa aman dan nyaman bercerita kepada teman ketika mengalami persoalan Kesehatan Seksual Reproduksi.

"Sehingga konseling sebaya dirasa efektif menjadi ruang aman perempuan dan laki-laki muda untuk saling belajar maupun saling menguatkan," kata Ana.

2. Calon konselor perlu perkuat kemampuannya

Anak Muda Lebih Nyaman Curhat Kesehatan Seksual Reproduksi ke Temanpexels.com/mentatdgt

Acara tersebut menghadirkan Konselor dari Yayasan Pulih Jakarta, Wawan Suwandi. Menurutnya, konselor harus memiliki perspektif gender sehingga tidak mudah menyalahkan dan menghakimi konseli.

Sehingga calon konselor perlu diperkuat kemampuannya untuk melakukan analisis sosial dengan pendekatan gender.

"Konselor bukan superhero yang dapat menyelesaikan semua masalah. Sehingga konselor dapat merekomendasikan ahli atau professional," ujarnya.

3. Libatkan anak muda

Anak Muda Lebih Nyaman Curhat Kesehatan Seksual Reproduksi ke Temanunsplash.com/youxventures

Chayoung Son, Manajer Program Kigepe (Korean Institut for gender equality promotion and education) berharap, training ini dapat berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pelatihan gender berkualitas di komunitas Asia dan menciptakan multiplier effect.

Kegiatan tersebut melibatkan 17 perempuan dan 3 laki-laki muda sebagai kelompok pendukung serta narasumber dari psikolog klinis.

Baca Juga: Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! 

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya