Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sampah Menumpuk di Metro Mulai Diangkut, Dipilah di PDU Rejomulyo

Kota Bandar Lampung
Sampah Menumpuk di Metro Mulai Diangkut, Dipilah di PDU Rejomulyo
ilustrasi tumpukan sampah (pexels.com/Markus Spiske)
  • Tumpukan sampah di sejumlah titik Kota Metro mulai diangkut ke PDU Rejomulyo untuk dipilah sebelum sebagian residunya dikirim ke TPAS Karangrejo.
  • Sebanyak 20 pekerja bergilir menangani setiap muatan truk; sampah organik dikomposkan, anorganik bernilai ekonomis didaur ulang, sedangkan residu kering dibuang ke TPAS.
  • Lonjakan armada terjadi akibat penumpukan selama layanan kebersihan terganggu sekitar sepekan; PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah saat kondisi kembali normal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Metro, IDN Times - Tumpukan sampah yang sempat memenuhi sejumlah titik di Kota Metro mulai ditangani. Namun, setelah diangkut ke PDU Rejomulyo, sampah tak serta-merta dibawa ke TPAS Karangrejo. Muatan truk terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan pemanfaatannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Metro mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih terukur, efektif, dan berorientasi pada pengurangan sampah yang berakhir di TPAS.

Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro, Raden Muhammad Joni Irwan mengatakan, proses pemilahan di PDU Rejomulyo sejauh ini berjalan dengan baik. Menurutnya, sistem yang diterapkan telah disiapkan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, termasuk kekhawatiran masyarakat terkait munculnya aroma tidak sedap.

“Kami pastikan bau sampah yang dikhawatirkan itu tidak akan terjadi. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik di PDU Rejomulyo berjalan dengan baik dan terukur,” ujar Raden.

  1. 1. Kerahkan 20 tenaga kerja untuk pilah sampah

    ilustrasi sampah, sampah plastik
    ilustrasi sampah, sampah plastik (pexels.com/Carlos Daniel)

    Raden mengatakan, untuk menjaga ritme pengelolaan dan mencegah sampah menumpuk terlalu lama, PDU Rejomulyo mengerahkan sedikitnya 20 tenaga kerja. Para pekerja tersebut dibagi dalam sistem kerja bergiliran atau shift untuk melakukan pemilahan pada setiap muatan truk yang datang.

    Raden menjelaskan, proses adaptasi sekaligus pelatihan bagi para tenaga kerja telah dilakukan sejak Sabtu (22/8/2026), sehari setelah akses TPAS Karangrejo kembali dibuka oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama masyarakat.

    "Teman-teman pekerja sudah mulai kita siapkan dan kita berikan pemahaman mengenai mekanisme pemilahan. Dengan sistem shift ini, setiap sampah yang datang bisa langsung ditangani sehingga tidak terlalu lama berada di lokasi,” jelasnya.

  2. 2. Ada tiga jalur pengelolaan sampah

    Ilustrasi sejumlah pemulung memungut sampah di TPA. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
    Ilustrasi sejumlah pemulung memungut sampah di TPA. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

    Menurut Raden, dalam penerapannya, PDU Rejomulyo mengarahkan sampah ke dalam tiga jalur pengelolaan. Sampah organik akan ditempatkan di barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk organik. Sementara sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis akan dipilah dan dicacah untuk selanjutnya masuk ke dalam proses pemanfaatan atau siklus industri daur ulang.

    “Sedangkan sisanya, yang benar-benar berupa residu kering, baru dibuang ke TPAS Karangrejo,” kata Raden.

    Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat mengurangi secara signifikan masuknya sampah basah ke TPAS Karangrejo. Pengurangan sampah organik menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menekan potensi timbulnya bau sekaligus memperpanjang kapasitas pengelolaan TPAS.

    "Langkah tersebut juga berjalan beriringan dengan upaya pembenahan kondisi gunungan sampah di TPAS Karangrejo melalui penanganan secara mekanis," ujarnya.

  3. 3. PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah

    Ilustrasi daur ulang sampah
    Ilustrasi daur ulang sampah (pexels.com/Krizjohn Rosales)

    Terkait meningkatnya aktivitas armada pengangkut sampah menuju PDU Rejomulyo dalam beberapa hari terakhir, Raden menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari penumpukan sampah setelah sempat terganggunya pelayanan kebersihan selama sekitar satu pekan. Kondisi tersebut menyebabkan sampah sempat menumpuk di sejumlah titik di wilayah Kota Metro sehingga diperlukan pembersihan secara intensif setelah akses TPAS kembali dibuka.

    Kendati demikian, Raden memastikan kondisi tersebut bersifat sementara dan aktivitas pengangkutan sampah akan kembali normal seiring selesainya proses penanganan sampah yang sempat menumpuk.

    “Mulai besok, lalu lalang armada truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah berangsur normal. Ke depan, kapasitas kelola PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah di Kota Metro,” terangnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More