Polda Lampung Petakan Zona Rawan Narkoba, Bakauheni Masih Jalur Utama

Polda Lampung memetakan zona rawan narkoba bersama Polres, memverifikasi informasi dari intelijen dan masyarakat agar penindakan jaringan maupun titik peredaran tepat sasaran.
Lampung masih dominan menjadi wilayah transit narkoba, dengan Bakauheni sebagai jalur utama pengawasan untuk mencegah pengiriman menuju Jawa melalui pemeriksaan orang dan kendaraan mencurigakan.
Polisi mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan Jawa-Aceh yang terindikasi terkait pengendali di Malaysia, sembari menegaskan pemberantasan narkoba dilakukan setiap hari.
Bandar Lampung, IDN Times - Polda Lampung terus memetakan wilayah dinilai rawan peredaran narkoba di Provinsi Lampung. Pemetaan dilakukan bersama jajaran Polres sebagai dasar penindakan dan pemberantasan narkotika tepat sasaran.
Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Dodi Suryadi mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan dengan mengumpulkan berbagai informasi, termasuk berkoordinasi dengan jajaran Intelijen dan pihak terkait lainnya.
"Untuk pemetaan dan penindakan, kita bersama Polres jajaran sudah melakukan kegiatan tersebut. Kita kumpulkan data dan informasi terlebih dahulu agar penindakan tidak salah sasaran," ujarnya dimintai keterangan, Sabtu (31/10/2026).
1. Polda Lampung tak sembarang lakukan penindakan

Konferensi pers pengungkapan jaringan narkotika Aceh-Malaysia oleh Polda Lampung, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Dodi menjelaskan, informasi terkait dugaan peredaran narkoba harus diverifikasi sebelum dilakukan penindakan. Polisi juga menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat informasi mengenai jaringan maupun titik peredaran narkoba.
Menurutnya, informasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Warga diminta melaporkan, apabila mengetahui adanya aktivitas berkaitan dengan peredaran narkoba.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, bila ada informasi menyangkut adanya peredaran narkoba, silakan disampaikan kepada Polsek, Polres maupun Polda. Ini nantinya akan ditindaklanjuti melalui penyelidikan," ucapnya.
2. Lampung masih dominan jadi wilayah transit

Potret udara Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. (Dok. ASDP). Dodi menyebutkan, Provinsi Lampung hingga kini masih lebih banyak berperan sebagai wilayah transit narkoba dibandingkan sebagai pasar utama. Salah satu jalur menjadi perhatian adalah kawasan Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.
Oleh karenanya, polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan maupun orang yang dinilai mencurigakan untuk mencegah narkoba menyeberang menuju Pulau Jawa.
"Kalau transit beberapa kasus sebelum barang ini menyeberang ke Pulau Jawa, kita lakukan kegiatan terutama di Bakauheni," jelasnya.
Meski demikian, Dodi mengakui peredaran narkoba di Lampung tetap ada. Pengguna narkoba juga masih ditemukan, sehingga pemberantasan tidak hanya menyasar jalur masuk dan jaringan pengedar. Salah satu modus ditemukan ialah, pembelian narkoba dalam paket-paket kecil.
"Secara umum modusnya membeli paket-paket kecil untuk dipakai sendiri atau bersama-sama. Misalnya untuk tiga atau empat orang, mereka urunan. Untuk pengiriman dalam jumlah lebih besar, umumnya dibawa menggunakan berbagai sarana transportasi,mulai kendaraan pribadi hingga angkutan barang," lanjut dia.
3. Jaringan Jawa-Aceh terhubung Malaysia

Konferensi pers pengungkapan jaringan narkotika Aceh-Malaysia oleh Polda Lampung, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Selain mengawasi jalur Bakauheni, Ditresnarkoba Polda Lampung juga membongkar jaringan melalui pengembangan kasus-kasus sebelumnya. Dari penangkapan tersangka, polisi kemudian melakukan analisis jaringan untuk mengetahui peran masing-masing orang, termasuk kurir hingga pengendali.
Dodi menyebutkan, pihaknya sebelumnya telah mengungkap jaringan narkoba Jawa-Aceh. Dalam pengembangan jaringan tersebut, polisi turut menyingkap temuan indikasi keterkaitan dengan jaringan asal Malaysia.
"Ada indikasi ke Malaysia karena rata-rata pengendalinya merupakan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia, sehingga Polda Lampung juga berkoordinasi dengan Mabes Polri dan pihak terkait," sebutnya.
4. Pemberantasan narkoba disebut tak berhenti

Polisi menggerebek gubuk sarang narkoba di wilayah Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. (Dok. Polres Lampung Tengah). Dodi menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan dalam momentum tertentu. Termasuk program 100 hari kerja pimpinan Polri.
Menurutnya, penindakan terhadap jaringan narkoba akan terus dilakukan setiap hari dengan mengandalkan pemetaan, pengumpulan informasi, serta pengembangan jaringan.
Oleh karenanya, pemberantasan sarang narkoba akan terus menjadi salah satu tugas utama personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dan jajaran.
"Polisi juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Polres jajaran, khususnya wilayah yang berkaitan dengan jalur keluar-masuk narkoba," imbuh Dodi.





















