Rusak Imbas Erupsi, Alat Pemantauan Anak Krakatau Kembali Berfungsi

PVMBG memperbaiki dan mengoptimalkan empat stasiun pemantauan Gunung Anak Krakatau pada 29-30 Oktober 2026, sehingga seluruh alat kembali berfungsi.
Kerusakan peralatan dipicu material vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau; perbaikan lapangan dilakukan untuk menjaga pemantauan aktivitas vulkanik berkelanjutan.
PVMBG mengajak pemerintah, masyarakat, dan nelayan menjaga alat pemantauan bersama, sementara BKSDA Lampung mendampingi pemeliharaan sebagai pengelola kawasan cagar alam.
Lampung Selatan, IDN Times - Alat pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali berfungsi pascadilakukan perbaikan dan optimalisasi oleh tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Banten, Deny Mardiono mengatakan, perbaikan dilakukan pada empat stasiun peralatan pemantauan GAK, dengan turun langsung ke lapangan pada 29-30 Oktober 2026.
"Alhamdulillah setelah dilakukannya optimalisasi peralatan, alat pantau GAK sudah berfungsi kembali. Yang diperbaiki ada empat station peralatan," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2026).
1. Peralatan rusak akibat material erupsi

Petugas PVMBG bersama BKSDA Bengkulu-Lampung melakukan perbaikan dan pemeliharaan alat pemantauan Gunung Anak Krakatau. (Dok. BKSDA Lampung). Deny menjelaskan, kerusakan pada sejumlah peralatan pemantauan tersebut disebabkan terkena material vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Oleh karena itu, tim melakukan pengecekan dan perbaikan langsung di lapangan untuk memastikan sistem pemantauan kembali berjalan.
"Ya pastinya langsung turun ke lapangan untuk melakukan perbaikan peralatan. Ini penting untuk mendukung pemantauan aktivitas vulkanik GAK secara berkelanjutan," ucapnya.
2. Semua pihak diminta ikut menjaga peralatan pemantauan

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Minggu (18/10/2026). (Dok. Magma ESDM). Deny mengimbau seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga nelayan, ikut menjaga keberadaan peralatan pemantauan Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, peralatan tersebut memiliki fungsi penting mendukung pemantauan aktivitas gunung api sehingga kondisinya perlu dijaga secara bersama-sama.
"Imbauan kepada semua elemen baik itu dari pemerintah, masyarakat serta nelayan kita saling sinergi menjaga peralatan pemantauan GAK secara bersama-sama demi kepentingan bersama," imbuh Deny.
3. BKSDA Lampung ikut mendampingi tim PVMBG

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui KRI Lepu-861 milik TNI AL, Rabu (9/9/2036). (Dok. BPBD Lampung). Kepala Seksi Wilayah III BKSDA Lampung, Itno Itoyo membenarkan pihaknya turut mendampingi tim PVMBG dalam kegiatan pemeliharaan dan modernisasi peralatan pemantauan di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, secara teknis pemeliharaan dan kondisi peralatan merupakan kewenangan PVMBG. BKSDA Lampung berada dalam posisi mendampingi selaku pengelola kawasan Cagar Alam Gugus Kepulauan Krakatau.
"PVMBG untuk kondisi alat. Tapi kita sebagai yang punya kawasan mendampingi apa yang dilakukan oleh kawan-kawan dari PVMBG yang sedang melaksanakan pemeliharaan dan modernisasi alat pemantau kegunungapian di sana," ucapnya.






















