Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pj Gubernur Desak Pemkot Bandar Lampung Antisipasi Banjir
Pj Gubernur Lampung Samsudin tinjau aliran sungai rawan banjir di Bandar Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).
  • Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung mengantisipasi ancaman banjir saat musim hujan.
  • Samsudin meminta pengecekan kondisi aliran sungai, penanaman pohon, dan pembuatan lubang biopori untuk mencegah banjir.
  • Pemprov Lampung bekerjasama dengan Pemkot Bandarlampung dan BBWS Mesuji Sekampung akan melakukan normalisasi sungai dengan mengeruk sedimen dan memperbaiki tanggul rusak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengantisipasi ancaman bencana banjir kerap melanda saat memasuki musim penghujan.

Penjabat (Pj) Gubernur Lampung, Samsudin meninjau langsung dua lokasi aliran sungai di wilayah rawan banjir di Jalan Nyunyai, Rajabasa dan Sungai Way Sukamaju di Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung.

Dari tinjauannya tersebut, Samsudin meminta Pjs Wali Kota Bandar Lampung Budhi Darmawan harus betul-betul memastikan dan mengecek kondisi aliran sungai. Terutama segera menanam pohon dan membuat lubang biopori.

"Memang kita harus mulai mengecek, ini peralihan antara musim kemarau dan sebentar lagi musim hujan. Jadi kita harus mencoba membenahi apa yang sudah terjadi banjir di beberapa waktu lalu, di titik-titik lokasi sumber banjir," ujarnya, Rabu (23/10/2024).

1. Minta Pemkot Bandar Lampung tertibkan rumah berdiri di atas aliran sungai

Pj Gubernur Lampung Samsudin tinjau aliran sungai rawan banjir di Bandar Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Samsudin meminta Pjs Wali Kota Bandar Lampung untuk segera memperingatkan dan mencari jalan keluar, agar rumah-rumah masih berada di atas aliran sungai dapat diselesaikan dengan baik, sehingga aliran sungai bisa berjalan dengan lancar.

"Saya minta ke Kota Bandar Lampung, kalau memang sudah ada Perda-nya maka harus ditegakkan aturan tersebut," pintanya.

Oleh karenanya, ia turut mengimbau warga bermukim di sekitaran aliran sungai, untuk menyadari dan memahami tak lama lagi akan memasuki musim hujan. "Ini harus bisa dikendalikan, jangan sampai karena ada masyarakat yang tidak bertanggungjawab, akhirnya memberikan efek tidak baik, menyusahkan orang lain berada di aliran yang ada dibawahnya," tambah dia.

2. Bakal keruk sedimen sungai hingga perbaikan tanggul rusak

Pj Gubernur Lampung Samsudin tinjau aliran sungai rawan banjir di Bandar Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Selaras upaya ini Samsudin melanjutkan, Pemprov Lampung bekerjasama dengan Pemkot Bandar Lampung dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung akan melakukan langkah-langkah normalisasi sungai.

Normalisasi dilakukan menurunkan alat berat excavator untuk mengeruk sedimen selama 15 hari ke depan dan berfokus memperbaiki tanggul-tanggul rusak. Termasuk membangun jalan inspeksi untuk mendukung pemeliharaan dan perawatan sungai.

"Nanti 3 meter dari bibir sungai atau bronjong itu, harus diberi jalan inspeksi. Saya minta Bandar Lampung mencoba membuat jalan inspeksi pada sungai," tekannnya.

3. Minta bangun jalan inspeksi sungai

Pj Gubernur Lampung Samsudin tinjau aliran sungai rawan banjir di Bandar Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Samsudin menambahkan, jalan inspeksi sungai dimaksud juga bisa dipergunakan untuk aktivitas masyarakat, salah satunya olahraga bersepeda di bantaran sungai.

"Sehingga sungai-sungai itu tidak tampak kotor dan kumuh, sekaligus bisa menjadi lokasi aktivitas masyarakat," harapnya.

4. Pemkot Bandar Lampung bersiap ambil langkah penanganan banjir

Pj Gubernur Lampung Samsudin tinjau aliran sungai rawan banjir di Bandar Lampung. (Dok. Pemprov Lampung).

Merespons permintaan tersebut, Pjs Wali Kota Bandar Lampung Budhi Darmawan menyampaikan, pihaknya bersama jajaran akan segera mengevaluasi dan mengambil langkah-langkah konkret terhadap penanganan banjir.

Sedangkan terhadap keberadaan rumah berdiri di atas aliran sungai akan diberikan peringatan dan dicarikan solusi bersama, sehingga penertiban tidak menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau memang aliran itu nanti bisa dialihkan, ya nanti akan kita coba. Kalau tidak bisa, maka kita akan tegakkan dan harus dibongkar karena dampaknya kepada orang banyak," kata dia.

Editorial Team

Related Article