Ilustrasi pertanian (pexels.com/Jeffry Surianto)
Mirza menyatakan, Pemprov Lampung juga melihat persaingan usaha, investasi, hilirisasi, dan penguatan rantai pasok sebagai bagian yang saling berkaitan. Persaingan usaha yang sehat sebagai salah satu fondasi untuk menciptakan kepastian berusaha, menarik investasi, dan mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah.
"Pertumbuhan ekonomi yang paling baik adalah pertumbuhan yang didorong sektor swasta. Sektor swasta tumbuh dengan adanya investasi, dan investasi membutuhkan kepastian usaha yang stabil," tegas Mirza.
Karena itu, Pemprov Lampung sedang melihat sejumlah faktor yang menentukan daya saing daerah dalam menarik industri pengolahan. Mulai dari ketersediaan kawasan industri, insentif investasi, energi, hingga biaya dan konektivitas logistik.
Apalagi menurut gubernur, Lampung memiliki keunggulan berupa ketersediaan bahan baku, posisi geografis, serta akses terhadap jalur logistik. Namun, keunggulan tersebut perlu ditopang ekosistem industri agar investor memiliki kepastian dalam menjalankan usaha.
"Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana menjadikan Provinsi Lampung sebagai provinsi yang kompetitif untuk investasi, khususnya investasi di sektor hilirisasi," ujarnya.