Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lampung Punya Potensi 870 Ha untuk Dongkrak Swasembada Bawang Putih

Bandar Lampung
2 min read
Lampung Punya Potensi 870 Ha untuk Dongkrak Swasembada Bawang Putih
ilustrasi bawang putih (pexels.com/Atlantic Ambience)
  • Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih nasional pada 2029; Lampung Barat mendapat alokasi pengembangan 40 hektare tahun ini dengan dukungan benih dan sarana produksi.
  • Lampung memiliki potensi sekitar 870 hektare untuk bawang putih. Pada 2027, daerah ini mendapat alokasi wajib tanam 100 hektare melalui kerja sama importir dan petani.
  • Pemprov Lampung menyediakan pupuk hayati cair, sementara hasil panen disiapkan untuk offtaker dan benih. Pelatihan pengawasan serta sertifikasi benih juga akan diperkuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih nasional dapat tercapai pada 2029. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pertanian tahun ini mengembangkan bawang putih seluas 5.000 hektare di berbagai daerah.

Lampung menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan pengembangan bawang putih. Tahun ini, seluas 40 hektare lahan di Kabupaten Lampung Barat dialokasikan untuk pengembangan bawang putih, dengan dukungan benih dan berbagai sarana produksi bagi petani.

  1. 1. Peluang pengembangan bawang putih di Lampung masih terbuka

    ilustrasi bawang putih
    ilustrasi bawang putih (vecteezy.com/Piman Khrutmuang)

    Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Taufiq Ratule menjelaskan, peluang pengembangan bawang putih di Lampung juga masih terbuka. Pada 2027, Kementerian Pertanian menargetkan perluasan tanam bawang putih secara nasional menjadi 20.000 hektare.

    Dari hasil pemetaan, Lampung memiliki potensi lahan sekitar 870 hektare yang dapat dikembangkan untuk komoditas tersebut. Selain dukungan pemerintah melalui APBN, Lampung juga akan mendapatkan alokasi wajib tanam bawang putih seluas 100 hektare pada 2027 melalui kerja sama antara importir dan petani.

    Untuk memastikan pengembangan berjalan sesuai target, Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus akan melakukan identifikasi lahan potensial sekaligus memetakan kendala yang dihadapi di lapangan.

  2. 2. Pemprov sediakan pupuk hayati cair

    ilustrasi pupuk hayati (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi pupuk hayati (freepik.com/jcomp)

    Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menjelaskan, dukungan Pemprov Lampung untuk target swasembada itu berupa penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC) bagi kelompok tani yang melaksanakan pengembangan bawang putih. Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu musim tanam.

    Sebagian hasil panen akan diserap oleh penangkar atau offtaker yang telah disiapkan pemerintah, sementara sebagian lainnya dapat digunakan sebagai benih untuk musim tanam 2027. Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan budidaya sekaligus mendorong petani semakin mampu mengembangkan bawang putih secara mandiri.

  3. 3. Peningkatan kemampuan petugas pengawasan benih jadi perhatian

    ilustrasi gaji pppk paruh waktu penyuluh pertanian
    ilustrasi gaji pppk paruh waktu penyuluh pertanian (pexels.com/Gustavo Fring)

    Di sisi lain, peningkatan kemampuan petugas pengawasan benih juga menjadi perhatian untuk menjaga ketersediaan dan mutu benih bawang putih. Pelatihan bagi petugas akan dilakukan untuk memperkuat kemampuan dalam pengawasan dan sertifikasi benih.

    Pengembangan bawang putih di Lampung diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya meningkatkan produksi daerah tetapi juga mendukung ketersediaan bawang putih nasional menuju target swasembada pada 2029.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More