Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mirza: Komoditas Unggulan Lampung Harus Beri Nilai Tambah Lebih Besar

Bandar Lampung
3 min read
Mirza: Komoditas Unggulan Lampung Harus Beri Nilai Tambah Lebih Besar
ilustrasi komoditas pertanian (unsplash.com/ Julian Hanslmaier)
  • Ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen pada 2026, tertinggi kedua di Sumatra, didorong membaiknya harga komoditas setelah 15 tahun pertumbuhan berada di bawah rata-rata nasional.
  • Pemprov Lampung mendorong hilirisasi komoditas dari desa hingga industri besar agar produk tidak hanya dijual mentah, melalui kolaborasi investasi, pasar, teknologi, dan pembiayaan.
  • Bank Indonesia menilai industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian menopang ekonomi Lampung; SigerFest diarahkan memperluas akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, digitalisasi, serta kemitraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, Lampung memiliki modal ekonomi yang besar melalui sektor pertanian dan berbagai komoditas unggulan. Potensi tersebut menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Selama 15 tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selalu di bawah rata-rata nasional. Namun pada tahun 2026, kita berhasil tumbuh 5,29 persen menjadi yang tertinggi kedua se-Sumatra berkat membaiknya harga komoditas,” kata Mirza sapaan akrab gubernur saat membuka Lampung Begawi x Sigerfest 2026 di Lampung City Mall (LCM), Bandar Lampung, Jumat (18/9/2026).

  1. 1. Membaiknya harga komoditas turut mendorong peningkatan produksi dan modernisasi sektor pertanian

    ilustrasi komoditas (freepik.com/jcomp)
    ilustrasi komoditas (freepik.com/jcomp)

    Menurut Mirza, membaiknya harga komoditas turut mendorong peningkatan produksi dan modernisasi di sektor pertanian. Namun, peningkatan produksi dan aktivitas ekonomi tersebut perlu diikuti dengan penguatan nilai tambah di daerah.

    Komoditas unggulan Lampung tidak cukup hanya diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu diolah agar manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan daerah. “Ke depan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Harus ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan tentunya hilirisasi,” ujar gubernur.

    Karena itu, Pemprov Lampung mendorong hilirisasi mulai dari tingkat desa hingga industri berskala besar. Langkah tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mempertemukan potensi komoditas daerah dengan investasi, pasar, teknologi, dan pembiayaan. Lampung Begawi x Sigerfest menjadi salah satu ruang untuk memperkuat konektivitas tersebut.

    “Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, kesempatan usaha, dan kesejahteraan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk membawa Lampung tumbuh lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045,” papar Mirza.

  2. 2. Perekonomian Lampung menunjukkan perkembangan positif

    Perekonomian
    ilustrasi perekonomian (unsplash.com/Jakub Zerdzicki)

    Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menilai perekonomian Lampung menunjukkan perkembangan positif. Itu ditopang sejumlah sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

    Menurut Thomas, kekuatan tersebut perlu terus ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. “Tantangan kita adalah bagaimana kekuatan tersebut terus ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah, memperkuat rantai produksi, dan membuka kesempatan usaha baru. Dalam proses tersebut, UMKM memiliki peran yang sangat penting,” ujarnya.

    Menurutnya, pendekatan hilirisasi di Lampung dapat diarahkan pada pengembangan produk olahan unggulan seperti pisang, kopi, dan wastra, yang didukung dengan penguatan kapasitas produksi serta perluasan akses UMKM terhadap pasar, teknologi, pembiayaan, dan mitra strategis.

    “Bank Indonesia terus mendorong UMKM agar semakin produktif dan berdaya saing melalui tiga pendekatan, yaitu penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan,” katanya.

  3. 3. Lampung Begawi x SigerFest diarahkan perkuat hilirisasi dan pengembangan usaha

    WhatsApp Image 2026-09-19 at 6.23.44 AM.jpeg
    (ki-ka): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menghadiri opening ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mal, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

    Thomas menilai, Lampung Begawi x SigerFest dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai unsur tersebut, sehingga pelaku UMKM tidak berhenti pada kegiatan promosi dan transaksi, tetapi memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan usaha.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto mengatakan, acara Lampung Begawi x SigerFest diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan pengembangan usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong potensi komoditas Lampung menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah dan masyarakat.

    “Acara ini tentu saja dirancang untuk tidak berhenti pada penciptaan transaksi selama kegiatan berlangsung, tapi membangun ekosistem untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Bimo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More