(Ki-ka): Juru Bicara Rektor Universitas Lampung Nanang Trenggono, Juru Bicara Kahfie Nazaruddin, dan Kabag Informasi dan Humas Suratno saat menggelar pertemuan dengan awak media di Gedung Rektorat, Rabu (19/8/2020). (IDN TImes/Martin L Tobing)
Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin, menjelaskan, keuangan Unila tidak bermasalah atau oleng imbas COVID-19. Kampus ini hanya mengatur pengelolaan keuangan agar tepat sasaran.
“Anggaran dari pusat ada yang dipotong. Ada program siap digulirkan, harus diatur ulang, ada juga program sudah berjalan tetap bisa mendatangkan pemasukan. Kita juga punya Badan Pengelola Usaha Unila kelola sejumlah usaha seperti Agrowisata, rusunawa, dan tempat penginapan yang kontribusinya positif untuk pemasukan Unila," paparnya
Terkait remunerasi menurutnya, Unila memiliki dua tahapan. Tahap pertama Januari-Juli dan tahap kedua Juli-Desember. Pembayaran remunerasi tahap pertama sudah dibayar Juli lalu.
“(Remunerasi) tahap kedua sedang proses. Mungkin dicairkan Oktober atau November. Bahkan untuk remunerasi ke-13 juga sudah cair hari ini. Renumerasi untuk dosen dan staf Unila memiliki kebijakan pembayaran dan penarikan uang dalam jumlah besar melalui bank, ada proses dan mekanismenya. Kami juga berkonsultasi dengan OJK dan berkirim surat resmi,” ujar Kahfie.