Sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, mengingat kontribusinya dalam PDB baru mencapai 2,56 persen pada 2025. Salah satu komoditas unggulannya adalah udang, yang berperan penting dalam memenuhi permintaan ekspor sekaligus mendukung kebutuhan protein masyarakat di dalam negeri.
Namun, pengembangan budi daya udang masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama penyebaran penyakit di tambak. Keterlambatan dalam mengenali dan menangani penyakit akan menurunkan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) udang, sehingga berdampak pada produktivitas dan meningkatkan risiko kerugian ekonomi bagi pembudi daya.
Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut, KONEKSI, kemitraan Australia–Indonesia di bidang pengetahuan dan inovasi, mendukung penelitian bertajuk “Designing disease reporting and monitoring systems (DRMS): A gender-inclusive action design research to prevent disease outbreaks in shrimp farming in Indonesia.”
