Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Operasi Laparoskopi, Metode Bedah Minim Sayatan

Bandar Lampung
2 min read
Mengenal Operasi Laparoskopi, Metode Bedah Minim Sayatan
Ilustrasi Pelayanan Rumah Sakit (Pexel/RDNE Stock project)
  • Operasi laparoskopi adalah teknik bedah minimal invasif melalui beberapa sayatan kecil, dengan kamera dan instrumen khusus yang memandu dokter melihat area tindakan lewat monitor.

  • Dibanding operasi terbuka, laparoskopi berpotensi menghasilkan nyeri pascaoperasi lebih ringan, bekas luka lebih minimal, serta pemulihan lebih cepat pada kondisi tertentu.

  • Bedah digestif laparoskopi dapat menangani batu atau peradangan kantong empedu, apendisitis, hernia sesuai indikasi medis, hingga tumor atau keganasan saluran cerna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Operasi biasanya identik dengan sayatan besar dan bekas luka terlihat setelah tindakan. Namun, perkembangan teknologi medis kini memungkinkan operasi dilakukan dengan sayatan lebih kecil melalui metode laparoskopi.

Teknik bedah minimal invasif ini juga dapat membantu mengurangi nyeri setelah operasi dan mempercepat pemulihan pasien. Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Hermina Lampung, dr. Risal Wintoko menjelaskan, layanan bedah digestif dengan teknik laparoskopi dapat membantu menangani berbagai masalah pada saluran pencernaan.

  1. 1. Mengenal cara kerja operasi laparoskopi

    Rumah sakit
    Ilustrasi Pelayanan Rumah Sakit (Pexel/Andrea Piacquadio)

    Laparoskopi merupakan teknik operasi minimal invasif yang dilakukan melalui beberapa sayatan kecil. Menurut dr Risal, dokter memasukkan kamera khusus dan instrumen bedah melalui sayatan tersebut untuk menjangkau area tubuh yang akan ditangani.

    Kamera membantu dokter melihat kondisi di dalam tubuh melalui monitor, sehingga tindakan dapat dilakukan dengan panduan visual yang lebih jelas. Teknik ini menjadi salah satu pilihan dalam penanganan masalah saluran cerna sesuai kondisi dan indikasi medis pasien.

  2. 2. Sayatan lebih kecil, pemulihan bisa lebih cepat

    Ilustrasi Kesehatan
    Ilustrasi Kesehatan (Pexel/RDNE Stock project)

    Dr Risal menjelaskan, salah satu hal yang membedakan laparoskopi dari operasi terbuka adalah ukuran sayatannya. Karena menggunakan sayatan lebih kecil, metode ini memiliki sejumlah potensi keuntungan bagi pasien.

    Beberapa keunggulan operasi laparoskopi antara lain sayatan operasi lebih kecil, nyeri setelah operasi dapat lebih ringan, bekas luka cenderung lebih minimal, serta proses pemulihan dapat lebih cepat pada kondisi tertentu.

  3. 3. Berbagai masalah saluran cerna yang dapat ditangani

    Rumah sakit
    Ilustrasi Rumah Sakit (Pexel/Pixabay)

    Dr Risal menambahkan, beberapa kondisi yang dapat ditangani melalui bedah digestif dengan metode ini meliputi batu empedu atau peradangan kantong empedu, usus buntu atau apendisitis, hernia sesuai indikasi medis, tumor atau keganasan pada saluran cerna.

    "Pada prinsipnya semua operasi bisa bisa kita lalukan dengan prosedur laparoskopi. Terutama operasi rongga abdomen," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More