Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Kebakaran TPA Bandar Jaya Masih Ganggu Jarak Pandang di Tol Bakter

Kab. Lampung Tengah
3 min read
Asap Kebakaran TPA Bandar Jaya Masih Ganggu Jarak Pandang di Tol Bakter
Kondisi asap kebakaran TPA Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah masih menyelimuti ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Selasa (20/10/2026) pagi. (Dok. Polres Lampung Tengah)
  • Kebakaran TPA Bandar Jaya di Lampung Tengah masih dipadamkan, dengan asap dan beberapa titik api tersisa di dalam tumpukan sampah.

  • Asap kebakaran menyelimuti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sekitar KM 132; tol tetap dibuka dengan jarak pandang sekitar 200 meter dan pemantauan intensif.

  • Pemadaman melibatkan armada lintas daerah serta ekskavator, namun terkendala sampah mudah terbakar, bara di dalam tumpukan, angin kencang, dan asap tebal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Tengah, IDN Times - Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandar Jaya, Kelurahan Bandar Jaya Timur, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah masih terus dalam proses pemadaman. Kepulan asap masih menyelimuti jalan di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), khususnya di sekitar KM 132.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan, tim gabungan masih melakukan pemadaman untuk memastikan seluruh titik api di dalam tumpukan sampah benar-benar padam.

"Pemadaman masih terus dilakukan. Sampai saat ini masih ada asap dan beberapa titik api yang harus ditangani," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Armada Damkar dikerahkan dari sejumlah daerah

    Kondisi asap kebakaran TPA Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah masih menyelimuti ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).
    Kondisi asap kebakaran TPA Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah masih menyelimuti ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Selasa (20/10/2026) pagi. (Dok. Polres Lampung Tengah)

    Aswarodi mengatakan, penanganan kebakaran melibatkan personel dan armada dari berbagai unsur. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela turut memobilisasi dukungan armada pemadam kebakaran dari sejumlah kabupaten/kota.

    Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Kota Bandar Lampung. Sementara masing-masing satu unit didatangkan dari Lampung Selatan, Pesawaran, dan Kota Metro. Dukungan tambahan juga diminta dari Lampung Timur, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat masing-masing satu unit.

    Selain armada pemadam, satu unit ekskavator dari Dinas Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung turut dikerahkan dan disiagakan, untuk membantu proses penanganan kebakaran di area TPA.

    "Seluruh unsur kami koordinasikan untuk mempercepat proses pemadaman. Personel dan armada tetap disiagakan sampai kondisi benar-benar aman," katanya.

  2. 2. Asap masih berpotensi ganggu jarak pandang di Tol Bakter

    Kondisi asap kebakaran TPA Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah masih menyelimuti ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter).
    Kondisi asap kebakaran TPA Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah masih menyelimuti ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), Selasa (20/10/2026) pagi. (Dok. Polres Lampung Tengah)

    Aswarodi menyampaikan, kepulan asap dari TPA Bandar Jaya menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari ruas Tol Bakter. Petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Lampung bersama pengelola jalan tol dan kepolisian terus memantau kondisi di sekitar KM 132.

    Sebelumnya, petugas disebut sempat melaksanakan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan kendaraan melalui exit tol Gunung Sugih dan exit tol Terbanggi akibat kondisi asap. Personel jalan tol, PJR Polda Lampung, serta BKO Lanal Lampung juga disebut masih bersiaga untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

    "Untuk kemarin dan hari ini jalan tol tidak ditutup. Kondisi asap masih dalam batas normal dan jarak pandang sekitar 200 meter. Namun pemantauan dan penjagaan tetap dilakukan," ucapnya.

  3. 3. Pemadaman terkendala tumpukan sampah dan angin

    Petugas masih berjibaku memadamkan api dan titik panas kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (20/10/2026) malam
    Petugas masih berjibaku memadamkan api dan titik panas kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (20/10/2026) malam. (Dok. Pemprov Lampung).

    Proses pemadaman TPA Bandar Jaya tidak mudah. Pasalnya, material sampah mudah terbakar disebut membuat api dapat muncul kembali dari bagian dalam tumpukan. Selain itu, petugas juga menghadapi kendala angin kencang dan kepulan asap tebal menghambat proses penanganan.

    Pada hari pertama, pemadaman didukung tujuh unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Armada tersebut berasal dari Damkar Lampung Tengah, Lanud Bunyamin Tulang Bawang, BPBD Lampung Tengah, Markas Kompi 1 Batalyon B Lampung Tengah, serta PT Gunung Madu Plantations.

    "Karena materialnya sampah, bara bisa masih berada di bagian dalam. Jadi setelah api terlihat padam, tetap harus dilakukan pemantauan dan pendinginan," jelas Aswarodi.

  4. 4. Personel diminta tetap siaga

    Petugas masih berjibaku memadamkan api dan titik panas kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (20/10/2026) malam
    Petugas masih berjibaku memadamkan api dan titik panas kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung Tengah, Selasa (20/10/2026) malam. (Dok. Pemprov Lampung).

    Aswarodi menambahkan, seluruh personel diminta tidak langsung meninggalkan lokasi meski api nantinya dinyatakan padam. Pemantauan tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di area TPA.

    "Pesan pak gubernur, penanganan kebakaran ini menjadi tanggung jawab bersama. Semua unsur harus berkolaborasi, baik pemerintah daerah, BPBD, Damkar, TNI-Polri, pihak swasta maupun masyarakat," kata Aswarodi.

    Menurutnya, setelah api benar-benar padam, dinas terkait tetap diminta menugaskan personel untuk melakukan piket dan memantau area TPA. "Jika ditemukan indikasi munculnya bibit api, pemadaman harus segera dilakukan agar tidak kembali meluas," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More