Omzet Pelaku UMKM Kuliner Lampung Naik Turun Selama Ramadan 2025

- Wawan Kurniawan, pemilik Es Dugan Telemung Indonesia, mencatat kenaikan omzet 10-15% dibanding tahun lalu.
- Harga produk minuman naik rata-rata Rp2.000 per item, tetapi penjualan tetap stabil dengan omzet harian di atas Rp5 juta.
- Ferdian Kurniawan, pemilik usaha prasmanan di Bandar Lampung, alami penurunan penjualan sekitar 5% dibandingkan tahun lalu.
Bandar Lampung, IDN Times – Bulan Ramadan membawa berkah bagi banyak pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner yang ada di Bandar Lampung.
Salah satunya, Wawan Kurniawan, pemilik Es Dugan Telemung Indonesia. Ia mencatatkan kenaikan omzet sebesar 10-15 persen dibandingkan tahun lalu.
“Kami menjual produk dugan dan somay di Telemung. Karena lokasi kami strategis di pinggir jalan, kebanyakan konsumen datang langsung dan membeli secara tunai,” ujarnya.
1. Ada kenaikan harga

Wawan membeberkan, edisi ramadan tahun ini harga produk minuman dijualnya naik dibandingkan tahun lalu.
"Kita kenaikan pukul rata, semuanya 2.000 per item. Contoh ada Dugan Nusantara itu kita yang tadinya 5.000 menjadi Rp7.000," bebernya.
Wawan menambahkan, meski harga naik penjualan produk miliknya tetap stabil. Dalam sehari, Wawan bisa menjual rata-rata 400 porsi secara keseluruhan. "Omzet kira-kira 5 juta ke atas dalam satu hari penjualan kita," tambahnya.
2. Penurunan omzet

Sementara itu, Ferdian Kurniawan, pemilik usaha prasmanan di Jl. Dr. Soesilo, Bandar Lampung mengungkapkan penjualannya justru mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu.
“Kami menjual ayam bakar, ayam saus mentega, rolade, dan cumi asin. Best seller-nya rolade ayam dan cumi asin,” kata Ferdian.
Ia memperkirakan omzet yang diperoleh selama Ramadan mencapai lebih dari Rp10 juta. Namun itu menurun sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Lumayan untuk penurunannya jika dibandingkan tahun lalu itu masih cukup ramai penjualan, tapi alhamdulillah tetap lancar," jelasnya.
3. Antusiasme pembeli

Banyak warga yang berburu takjil dan lauk berbuka di kawasan Jl. Dr. Soesilo Bandar Lampung salah satunya Ardi yang merupakan warga Kedamaian.
“Setiap hari saya cari takjil di sini karena sekalian lewat. Bisa beli lauk dan camilan untuk berbuka. Tapi ya itu, parkirnya susah dan bikin macet,” ungkapnya.
Meskipun menghadapi tantangan seperti kemacetan dan kenaikan harga bahan baku, Ramadan tetap menjadi momen yang dinanti oleh para pedagang karena tingginya permintaan dari masyarakat.


















