102 Siswa SMA Siger Dipindah, Pemkot Bandar Lampung Tanggung Biaya

- Sebanyak 102 siswa SMA Siger 1 dan 2 dipindahkan ke sekolah swasta di Bandar Lampung dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung Pemkot melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
- Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda masih melengkapi izin operasional sekolah, terkendala kepemilikan aset tanah dan bangunan yang belum atas nama yayasan.
- SMA Siger didirikan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu, sejalan dengan program Pemkot meningkatkan partisipasi sekolah dan mengurangi kesenjangan pendidikan.
Bandar Lampung, IDN Times – Nasib 102 siswa SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 yang dipindahkan ke sejumlah sekolah swasta di Bandar Lampung dipastikan tetap aman.
Pemerintah Kota Bandar Lampung disebut akan menanggung penuh biaya pendidikan mereka hingga dapat melanjutkan sekolah di tempat baru.
Ketua Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah, mengatakan proses pemindahan siswa dilakukan yayasan dengan fasilitasi dan kerja sama Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
"Langkah ini dilakukan agar para siswa bisa mendapatkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dan terdaftar dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan)," katanya, Senin (8/6/2026).
1. Biaya pendidikan ditanggung Pemkot

Khaidarmansyah menjelaskan, seluruh siswa yang telah dipindahkan ke sekolah tujuan tidak perlu khawatir terkait biaya pendidikan.
Sebab, tanggung jawab pembiayaan tetap berada di bawah Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Biaya sekolah anak-anak tersebut yang telah pindah ke SMA yang dituju tetap menjadi tanggung jawab Pemkot Bandar Lampung. Upaya ini dilakukan agar para siswa mendapatkan NISN dan terdaftar dalam Dapodik," ujarnya.
Menurut Khaidarmansyah, kepastian pembiayaan tersebut menjadi langkah penting agar proses belajar para siswa tidak terganggu meski harus berpindah sekolah.
2. Yayasan masih mengurus izin operasional sekolah

Di tengah proses pemindahan siswa, Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda juga masih berupaya melengkapi persyaratan izin operasional sekolah.
Khaidarmansyah mengatakan sebagian besar syarat telah dipenuhi. Namun, yayasan masih terkendala kepemilikan aset tanah dan bangunan sekolah atas nama yayasan.
"Dari 30 persyaratan, kami hanya belum ada aset berupa tanah dan gedung sekolah sendiri atas nama yayasan. Insyaallah akan segera terwujud," jelasnya.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga SMA Siger dapat kembali beroperasi secara penuh.
3. Dibangun bagi keluarga kurang mampu

Khaidarmansyah menegaskan SMA Siger Prakarsa Bunda sejak awal didirikan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan tingkat SMA.
Karena itu, yayasan tetap berkomitmen melanjutkan proses perizinan agar dapat kembali menampung siswa yang membutuhkan akses pendidikan gratis.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya Pemkot Bandar Lampung meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus mengurangi kesenjangan pendidikan di masyarakat.
"Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, program ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan pendidikan antara masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi," tuturnya.


















