Bandar Lampung, IDN Times - Budaya patriarki hingga stereotip gender dinilai menjadikan faktor kuat pemicu minimnya partisipasi perempuan maju mencalonkan diri di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, partisipasi perempuan tercatat hanya sebanyak 18 orang mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur di Pilkada 2024.
Lalu di tingkat bupati dan wakil bupati, jumlah calon kepala daerah perempuan mencapai angka 210 orang. Sedangkan untuk tingkat wali kota dan wakil wali kota 81 perempuan turut bersaing dalam kontestasi politik lokal.
"Faktor kuat memengaruhi persentase perempuan minim maju di Pilkada ialah, budaya patriarki masih kuat di banyak daerah di Indonesia dan stereotip gender juga menempatkan perempuan dalam peran domestik bukan pada urusan publik," ujar Akademisi Universitas Lampung (Unila), Darmawan Purba dikonfirmasi, Jumat (20/9/2024).
