Baku Tembak Polisi dengan Pencuri Baterai BTS di Lampung, 1 Tewas

- Polisi di Tulang Bawang, Lampung terlibat baku tembak dengan kelompok pencuri baterai tower BTS saat pengejaran dini hari, setelah para pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas.
- Satu pelaku tewas di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya berhasil diamankan bersama dua senjata api rakitan, peluru, dan kendaraan yang digunakan dalam aksi pencurian.
- Jenazah pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk visum, dan polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya jaringan lain terkait kasus pencurian baterai BTS tersebut.
Tulang Bawang, IDN Times - Polisi terlibat baku tembak dengan kelompok pencuri baterai tower BTS di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Minggu (28/6/2026) dini hari. Dalam insiden tersebut, satu pelaku tewas dan tiga lainnya berhasil diamankan.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, mengatakan peristiwa itu bermula saat tim kepolisian melakukan pengejaran terhadap kendaraan yang digunakan para pelaku.
"Ketika hendak ditangkap, para pelaku disebut melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas," katanya.
1. Situasi memanas

Aprfyya mengungkapkan situasi sempat memanas karena aksi saling kejar dan baku tembak terjadi di lokasi kejadian. Polisi kemudian membalas tembakan untuk melumpuhkan para pelaku.
Ia menambahkan petugas sebelumnya sudah membuntuti para pelaku sebelum akhirnya terjadi baku tembak.
“Tadi malam anggota melakukan pengejaran dan sempat terjadi baku tembak dengan para pelaku,” ujarnya.
2. Satu pelaku meninggal

Aprfyyadi menyebut, akibat kejadian itu satu pelaku meninggal dunia di lokasi. Sementara tiga pelaku lainnya langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Polisi juga menyita dua pucuk senjata api rakitan beserta sejumlah peluru dari tangan para pelaku dan kendaraan yang digunakan saat beraksi turut diamankan sebagai barang bukti," jelasnya.
3. Masih dalami kasus

Apryffadi menyampaikan saat ini jenazah pelaku yang tewas kini dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani proses visum.
"Saat ini kami masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain dalam kasus pencurian baterai tower BTS tersebut," tuturnya.

















