Comscore Tracker

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 Kasus

Masuk Bandar Lampung wajib rapid test mulai 26 Oktober 2020

Bandar Lampung, IDN Times – Sejak ditetapkan zona merah, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Bandar Lampung terus meningkat. Terbaru, merujuk data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Jumat (23/10/2020), dari total 62 kasus positif baru periode terlapor, Kota Tapis Berseri menyumbang 50 kasus.

Daerah lainnya yang menyumbang kasus positif COVID-19 hari ini adalah, tiga kasus dari Kabupaten Lampung Tengah, dua kasus dari Kabupaten Lampung Selatan, satu kasus dari Kabupaten Pringsewu. Kasus lainnya di Tulangbawang Barat sebanyak lima kasus dan satu kasus dari Kabupaten Tanggamus.

Secara kumulatif, total kasus terkonfimasi positif COVID-19 di Provinsi Lampung mencapai 1.522 kasus. Dari total itu yang selesai isolasi mencapai 1.016 kasus, kematian 58 kasus, dan kasus suspek totalnya 68 kasus.

1. Sebanyak 45 pasien pilih isolasi mandiri di rumah

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusWarga melambaikan tangan dari jendela asrama mahasiswa dengan tanda "Positif COVID", ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Manchester, Inggris, Minggu (27/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, menjelaskan, 62 kasus positif COVID-19, Jumat (23/10/2020) 23 di antaranya merupakan kasus baru dan 39 kasus hasil tracing (penelurusan). Dari total itu, yang dirawat 17 pasien dan isolasi mandiri 45 orang.

“Kamu juga mencatat hari ini ada dua pasien selesai jalani isolasi. Satu dari Lampung Tengah dan satu dari Tulang Bawang. Hari ini juga ada dua kasus kematian. Keduanya dari Bandar Lampung,” ujarnya.

2. Ada dua kasus kematian baru dari Bandar Lampung

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusProses pemakaman pasien positif PPU meninggal dunia (IDN Times/Istimewa)

Reihana merinci, dua kasus kematian baru itu pasien nomor 1.475, perempuan umur 50 tahun. Riwayat pasien ini pada 16 Oktober 2020 menjalani perawatan medis di rumah sakit swasta di Bandar Lampung karena ada keluhan nyeri di dada, sesak napas, dan batuk.

“Di hari yang sama saat rapid test reaktif. 17 Oktober ambil swab hasilnya positif. Pasien ini meninggal 19 Oktober pukul 20.40 karena kondisinya memburuk. Pemulasaran melalui protokol COVID-19,” papar Reihana.

Reihana menambahkan, kasus kematian kedua hari ini pasien nomor 1.507 laki-laki umur 40 tahun asal Bandar Lampung. Pada 16 Oktober 2020, pasien ini berobat ke rumah sakit swasta karena keluhan demam, batuk, hilang penciuman, dan ada penyakit bawaan hipertensi.  

“Hasil rotgen pneumonia dan rapid test reaktif. 17 Oktober swab pertama. 22 Oktober kondisi pasien ini memburuk dan dinyatakan meninggal dunia pukul 20.25. Pemulasaran jenazah menggunakan protokol COVID-19,” katanya.

Baca Juga: Bandar Lampung Zona Merah, Kinerja Satgas COVID-19 Disoroti

3. Angka reproduksi efektif 0,52 persen

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusPerjalanan Pandemik COVID-19 di Indonesia sejak Januari-Oktober 2020 (IDN Times/Sukma Shakti)

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung merinci data total swab test yang telah dilakukan secara kumulatif mencapai 18.984. Dari total itu menghasilkan kasus positif baru 2.569. Khusus swab tes 22 Oktober 2020, ada 328 spesimen. Dari spesimen itu, menghasilkan positif baru 62 kasus

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, menyatakan, merujuk total kumulatif kasus positif COVID-19 di provinsi setempat, angka reproduksi efektif 0,52 persen. Meski berada di bawah satu persen,  selama dua mingu terakhir masih berfluktuasi 0,52 sampai 1,39 persen.

“Pandemi belum sepenuhnya dapat kita kendalikan.Jumlah positif cukup banyak hari ini. Ini berimbas angka kesembuhan turun menjadi 66,75 persen,” urai Reihana.

4. Tersisa 234 tempat tidur merawat pasien

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusIlustrasi Ruang Isolasi Mandiri COVID-19 di Gresik, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Jumlah tempat tidur untuk merawat pasien positif COVID-19 di Provinsi Lampung diklaim masih memadai. Dari total 36 rumah sakit rujukan se-Lampung, ada 436 tempat tidur. Dari total tempat tidur itu, 202 sudah terisi dan tersisa 234 tempat tidur.

“Bertambah terus tempat tidurnya karena tentu rumah sakit khususnya Bandar Lampung zona merah, dua kali lipat persiapan. Tempat tidur ruang ventilator di ruang isolasi tekanan negatif masih tersedia 9, di ruang isolasi biasa 15

5. Ada 9 nakes di Puskemas Rajabasa Induk positif COVID-19

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusPerawat ICU RSPP Modular Simprug, Novi Citra Lenggana (Dok. Humas RSPP)

Pemerintah Kota Bandar Lampung menutup sementara pelayanan di Puskesmas Rajabasa Induk Kecamatan Rajabasa. Itu lantaran sembilan tenaga kesehatan bertugas di sana terpapar COVID-19.

Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, menjelaskan, penutupan sementara puskesmas di Kecamatan Rajabasa sampai 3 November 2020. Ia mengimbau masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui penerapan protokol kesehatan agar tidak mudah terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli, mengatakan, nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Puskesmas Rajabasa Induk tersebut terdiri dari dua perawat, dua bidan dan lima lainnya surveilans.

"Jadi penutupan hingga 3 November 2020 ini merupakan perpanjangan karena sebenarnya puskesmas tersebut sudah ditutup dari satu pekan lalu ketika lima orang petugas kesehatan di sana positif COVID-19 dan hari ini harusnya sudah buka kembali. Namun karena ada empat petugas  lagi di puskesmas tersebut yang terkonfirmasi positif COVID-19 kemarin maka Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengambil kebijakan untuk memperpanjang kembali penutupan di pusat pelayanan itu,” ujarnya dilansir dari Antara.

6. Dua posko rapid test di daerah perbatasan Bandar Lampung beroperasi Senin pekan depan

Rekor Lagi! 62 Kasus Positif COVID-19 Hari Ini, Balam Sumbang 50 KasusPemerintah Kota Bandar Lampung menggelar rapid test massal gratis di Pasar Perumnas, Kecamatan Way Halim, Kamis (13/8/2020). (IDN Times/Martin L Tobing)

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, menyatakan, akan membuka dua posko layanan rapid test mulai 26 Oktober pekan depan. Posko itu beroperasi di pintu masuk keluar Kota Bandar Lampung di Tugu Radin Intan yang merupakan perbatasan kota ini dan Kabupaten Lampung Selatan serta di pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kecamatan Sukarame.

"Kita akan siapkan 5.000 alat tes cepat. Masyarakat luar daerah yang ingin masuk atau berkunjung ke harus menjalani tes cepat terlebih dahulu guna mencegah penyebaran COVID-19. Jadi siapa saja yang reaktif tidak boleh masuk ke Bandar Lampung,” tegasnya dilansir dari Antara.

Herman menambahkan, setiap posko akan diisi sepuluh petugas untuk memeriksa semua orang yang menuju Bandar Lampung. Ia juga mengantisipasi terkait libur panjang pekan depan diprediksi ada pengunjung dari luar daerah masuk ke Lampung khususnya kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki, menyatakan, rapid test tersebut akan diberlakukan kepada semua masyarakat yang ingin masuk ke kota setempat. "Semuanya, termasuk warga Bandar Lampung yang bekerja di luar daerah dan akan pulang tetap akan kena rapid test. Jika reaktif maka akan dites usap langsung dan kami akan beritahukan kepada camat, lurah dan RT setempat untuk mengawasinya. Untuk warga luar daerah jika yang bersangkutan saat dites cepat hasilnya reaktif maka mereka tidak diizinkan masuk ke Bandar Lampung,” paparnya.

Baca Juga: Waduh! Usia 0-18 dan 60 Tahun ke Atas Tak Dapat Vaksinasi COVID-19

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya