Comscore Tracker

Agrowisata Unila “Surganya” Melon Lampung, Beli Buah Rp10 Ribu/Kg

Konsep wisata edukasi pertanian, panen 25 ton melon!

Bandar Lampung, IDN Times – Memanfaatkan tanah kosong di lingkungan kampus menjadi lahan bermanfaat sukses diinisiasi Universitas Lampung (Unila). Kampus berlokasi di Jalan Sumantri Brojonegoro, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung ini “menyulap” lahan kosong menjadi wisata edukasi taman buah dinamai Agrowisata Unila.

Agrowisata Melon Unila resmi diperkenalkan kepada publik, Rabu, (2/9/2020). Rektor Unila, Prof Karomani beserta jajaran hadir langsung dan meresmikan taman buah ini.

“Saya mengapresiasi khusus BPU (Badan Pengelola Usaha) Unila menggandeng petani untuk menyulap lahan kosong menjadi agrowisata melon. Dulu (lahan agrowisata) ini tanah kering dan penuh ilalang, sekarang malah bisa dimanfaatkan menjadi hal positif,” paparnya kepada awak media.

1. Bayar Rp10 ribu, sudah dapat nikmati suasana kebun

Agrowisata Unila “Surganya” Melon Lampung, Beli Buah Rp10 Ribu/KgAgrowisata Unila resmi diperkenalkan kepada publik, Rabu, (2/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing).

Direktur Utama Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila, Mustofa Endi Saputra, mengatakan, Agrowisata Unila digagas pihaknya bersama kelompok tani Barokah Kresna. Di lahan seluas satu hektare ini ditanami berbagai varietas melon seperti melon golden, melon honey, dan melon rock.

Ia menerangkan, total bibit yang ditanam sebanyak 10 ribu bibit dan bertepatan peluncuran Agrowisata Unila dilakukan panen sebanyak 25 ton melon. “Adanya agrowisata ini menjadi bukti, holtikultura bisa dikelola menjadi wisata edukasi dan bermanfaat,” ujarnya.

Mustofa menambahkan, Agrowisata Unila terbuka untuk umum mulai 2 September hingga 1 Oktober 2020 atau selesai masa panen. Pengunjung dapat datang ke kebun ini membayar tiket masuk hanya Rp10 ribu saja. Jika ingin menikmati manisnya buah melon cukup membayar Rp10 ribu per kilogram (kg).

Baca Juga: Pengajuan Keringanan UKT Unila Diperpanjang hingga 28 Agustus

2. Petik melon didampingi mahasiswa pertanian Unila

Agrowisata Unila “Surganya” Melon Lampung, Beli Buah Rp10 Ribu/KgAgrowisata Unila resmi diperkenalkan kepada publik, Rabu, (2/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing).

Pengunjung yang ingin memetik melon di Agrowisata Unila akan didampingi petugas dari mahasiswa Fakultas Pertanian Unila. Itu lantaran memetik buah tidak bisa sembarangan agar tanaman melon tidak rusak.

Direktur Utama Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila, Mustofa Endi Saputra, menjelaskan pihaknya menyiapkan 17 petugas pendamping. Selain mendampingi dan  memetik melon, para mahasiswa juga memberikan edukasi pertanian kepada pengunjung.

Mahasiswa Fakuktas Pertanian Unila, Angelia Fitri, menerangkan, senang terpilih sebagai pendamping di Agrowisata Unila. Selama sebulan ke depan pihaknya akan intens mendampingi para pengunjung.

“Selain mendampingi, kami juga memberikan edukasi tentang budidaya melon, mulai dari pembibitan, proses tanam, hingga masa panen. Selama sebulan ke depan, ada spot-spot yang bisa panen secara bergilir,” urainya.

3. Wujud keberpihakan Unila kepada kaum petani

Agrowisata Unila “Surganya” Melon Lampung, Beli Buah Rp10 Ribu/KgAgrowisata Unila resmi diperkenalkan kepada publik, Rabu, (2/9/2020). (IDN Times/Martin L Tobing).

Rektor Unila Prof Karomani menyatakan, hadirnya Agrowisata Unila wujud dukungan kampus ini terhadap bidang pertanian dan keberpihakan kepada kaum petani yang hingga kini masih termarjinalkan.

“Saat petani menanam, tapi pas panen dan saat akan dipasarkan (harga jual) hancur ini sangat miris. Petani kecil betul-betul menderita karena tidak ada yang mengadvokasi dan membantu pemasaran. Kita berharap dengan ini (agrowisata) petani di desa dilibatkan. Semoga ini bisa menjadi inspirasi kita semua,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Karomani, ketahanan pangan mutlak dilakukan Provinsi Lampung saat ini. Ia mencontohkan panen melon 25 ton di Agrowisata Unila dari sejak pembibitan hingga panen tak sampai tiga bulan.

Baca Juga: Peserta Lolos SBMPTN Unila & Itera Diminta Proaktif Periode Registrasi

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya