Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lampung Begawi x SigerFest 2026 Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi
(ki-ka): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menghadiri opening ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mal, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
  • Lampung Begawi x SigerFest 2026 berlangsung 18-20 September di Lampung City Mall, mengangkat hilirisasi dan digitalisasi untuk ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, kopi, pisang, dan wastra.
  • Acara menghadirkan Lamban Kupi, Main Stage, dan Lamban Wastra sebagai ruang kolaborasi, literasi, digitalisasi, serta penguatan kapasitas pelaku usaha bersama pemerintah, keuangan, akademisi, dan masyarakat.
  • Ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen secara tahunan; hingga Juli 2026 terdapat lebih dari 916 ribu merchant QRIS dengan transaksi Rp2,3 triliun, mendukung nilai tambah komoditas daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Lampung Begawi x SigerFest 2026 digelar di Lampung CIty Mall 18-20 September 2026. Penyelanggaran tahun ini mengusung tema “Sai Bumi, Sejuta Nilai: Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing”.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan, penyelenggaraan Lampung Begawi x SIGERFEST2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk unggulan daerah. Tetapi juga platform penciptaan nilai yang mempertemukan UMKM, komunitas, dunia usaha, agregator, perbankan, dan masyarakat untuk membangun peluang ekonomi yang lebih luas.

”Fokus penguatan dari komoditas dan produk unggulan daerah dalam giat ini di antaranya adalah olahan pisang, kopi, dan wastra, tanpa mengesampingkan pengembangan sektor UMKM lain yang memiliki nilai tambah dan daya saing," jelasnya saat opening ceremony, Jumat (18/9/2026).

1. Konsep tiga ruang utama

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto saat opening ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mal, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Bimo mengatakan, sebagai giat tahunan yang telah menghadirkan ribuan pengunjung, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep multi-stage event melalui tiga ruang utama yang merepresentasikan potensi dan arah pengembangan ekonomi Lampung:

  1. Lamban Kupi, sebagai ruang penguatan ekosistem kopi Lampung;

  2. Main Stage, sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan diskusi, literasi, dan digitalisasi;

  3. Lamban Wastra, sebagai ruang eksplorasi dan inovasi pengembangan nilai tambah wastra Lampung.

Konsep tersebut juga diselaraskan dengan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia, khususnya melalui penguatan program Cangkir Barista dan Citra Nusa, yang mendorong pengembangan kapasitas pelaku usaha secara terintegrasi.

Bimo berharap, Lampung Begawi x SigerFest 2026 lebih dari sekadar ajang pameran dan promosi. Diharapkan kegiatan itu menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, sektor keuangan, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong lahirnya UMKM di Provinsi Lampung yang semakin produktif, inovatif, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun global secara berkelanjutan.

2. Perkuat ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi ekonomi daerah

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menghadiri opening ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 di Lampung City Mal, Jumat (18/9/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono menghadiri opening ceremony Lampung Begawi x SigerFest 2026 menjelaskan, kegiatan ini memperkuat ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi ekonomi daerah. Ia mengapresiasi kinerja perekonomian Provinsi Lampung yang tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan.

"Capaian ini mampu menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatra," jelas Thomas.

Ia menambahkan, sebagai salah satu motor pertumbuhan di wilayah Sumatra, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu terus diikuti dengan peningkatan kualitas pertumbuhan. Oleh karenanya, hilirisasi menjadi agenda prioritas untuk menciptakan nilai tambah lebih besar, memperluas kesempatan usaha, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

3. Lampung miliki 916 ribu merchant QRIS

ilustrasi QRIS (freepik.com/freepik)

Thomas menjelaskan, dalam rangka mengimplementasikan mandat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bank Indonesia terus mendorong pengembangan UMKM melalui penguatan kemitraan usaha, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.

Hadirnya QRIS sebagai instrumen pembayaran yang inklusif juga merupakan upaya Bank Indonesia untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing UMKM.

Capaian Triwulan II 2026 menunjukkan jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung per Juli 2026 telah melampaui 916 ribu merchant. Itu meningkat 29,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nominal transaksi mencapai Rp2,3 triliun.

4. Ini penopang struktur ekonomi Lampung

Ilustrasi pertanian (pexels.com/Jeffry Surianto)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan, Pulau Sumatra memiliki posisi strategis sekaligus salah satu produksi pangan dan komoditas unggulan nasional. Posisi itu menjadikan Lampung memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, Lampung memiliki fondasi ekonomi yang kuat, sekaligus peluang besar untuk memperkuat rantai nilai industri dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya transformasi ekonomi daerah.

Komitmen itu melalui penguatan sektor produktif, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan iklim usaha yang semakin kondusif. Fokus pada penguatan nilai tambah komoditas unggulan daerah juga dilakukan.

Mirza menyatakan, struktur ekonomi Provinsi Lampung ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. "Ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Lampung berakar kuat pada sektor produktif masyarakat, sehingga diperlukan upaya memperkuat rantai nilai industri dan peningkatan nilai tambah," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article