Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses)
  • BMKG memprakirakan gelombang sedang hingga 2,4 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung pada 7 November 2026.
  • Peringatan dini gelombang 1,25–2,5 meter berlaku dari 6 November pukul 07.00 WIB hingga 9 November 2026 pukul 07.00 WIB.
  • Nelayan, kapal kecil, dan operator transportasi laut diminta memantau informasi BMKG, memperhatikan cuaca, melengkapi alat keselamatan, serta mengikuti arahan otoritas pelayaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Sabtu (7/11/2026) perlu menjadi perhatian nelayan, operator kapal penyeberangan, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. Itu karena, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah perairan Lampung berpotensi mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 2,4 meter.

Begitu juga pola angin di wilayah perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 2–20 knot. Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung menjadi wilayah yang perlu diwaspadai.

Nelayan dan pengguna transportasi laut perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama selama periode peringatan gelombang tinggi yang berlaku hingga 9 November 2026. Berikut prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Prakiraan kondisi perairan Lampung 7 November 2026

Wilayah Perairan

Kondisi Cuaca

Tinggi Gelombang

Kecepatan Angin

Kategori

Perairan Barat Lampung

Udara kabur, hujan ringan

2,2–2,4 meter

12–14 knot, tenggara

Sedang

Selat Sunda Selatan Lampung

Hujan ringan, udara kabur

2,3–2,4 meter

Hingga 20 knot, tenggara

Sedang

Teluk Lampung Bagian Utara

Udara kabur, berawan tebal

1 meter

4–7 knot, timur hingga timur laut

Rendah

Teluk Lampung Bagian Selatan

Udara kabur, cerah berawan, berawan

0,8–1,2 meter

3–10 knot, bervariasi

Rendah

2. Perairan Barat Lampung berpotensi gelombang 2,4 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Brayden Stanford)

Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu diwaspadai karena tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,4 meter.

Kondisi cuaca pada Sabtu pagi didominasi udara kabur dan berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari.

Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 12–14 knot pada siang hingga malam hari. Sementara itu, kecepatan angin maksimum dapat mencapai 21–22 knot.

3. Selat Sunda Selatan Lampung juga berpotensi gelombang sedang

ilustrasi gelombang tinggi di laut Kepulauan Ryuku (unsplash.com/Lena Bauermeister)

Selat Sunda Selatan Lampung juga diprakirakan mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 2,3–2,4 meter.

Pada Sabtu pagi, kondisi cuaca berpotensi hujan ringan sebelum berubah menjadi udara kabur pada siang hari.

Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 20 knot. Sementara itu, arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 0,97 knot pada pukul 07.00 WIB. BMKG Lampung.

4. Waspada peringatan gelombang sedang di perairan Lampung

Ilustrasi gelombang tinggi di Pantai Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG mengumumkan peringatan dini gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung. Peringatan tersebut berlaku mulai 6 November pukul 07.00 WIB hingga 9 November 2026 pukul 07.00 WIB.

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh nelayan, kapal berukuran kecil, serta operator transportasi laut. Kecepatan angin dan tinggi gelombang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran. BMKG

5. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

ilustrasi nelayan (pexels.com/Tweesak C.)

Masyarakat beraktivitas di perairan Lampung diimbau memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Memantau perkembangan informasi cuaca maritim dari BMKG sebelum melaut.

  2. Menghindari aktivitas pelayaran ketika kondisi gelombang dan angin membahayakan.

  3. Memastikan peralatan keselamatan kapal tersedia dan berfungsi baik.

  4. Memperhatikan perubahan cuaca, terutama ketika hujan dan angin kencang.

  5. Mengikuti arahan petugas pelabuhan dan otoritas keselamatan pelayaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article