Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kata 'Janda' Diucap Bima Sindir Megawati? Ini Kata PDIP Lampung
Sosok Bima Yudho Saputo. (Instagram/@awbimax).

Bandar Lampung, IDN Times - Nama Bima tiktoker asal Lampung viral karena mengkritik jalan di daerahnya kembali menjadi trending satu di media sosial twitter pada Senin (24/4/2023). Setelah disanjung-sanjung netizen kritiknya soal jalan rusak langsung direspon pemerintah, kali ini justru Bima mendapat kritik dari netizen karena unggahan videonya  menyinggung kata ‘Janda’ diduga ditujukan pada Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Saat IDN Times Konfirmasi hal tersebut pada Ketua DPD PDIP Lampung, Sudin tak menjawab telepon dan hanya membaca pesan. Sementara itu, Sekretaris PDIP Lampung Sutono enggan memberikan memberi tanggapan, hanya mengatakan sedang sibuk persiapan Capres 2024.

“Semua kader lagi fokus promo Mas Ganjar Capres 2024,” kata Sutono melalui pesan WhatsApp. 

1. Tak bermaksud mengarah pada konotasi buruk

Tiktoker Bima Yudho Saputra (tiktok/awbimaxreborn)

Sadar bahwa videonya kembali viral, Bima langsung membuat video klarifikasi melalui akun tiktoknya @awbimaxreborn. Bima mengatakan tidak bermaksud menggunakan kata janda pada konotasi buruk.

Hal itu disampaikan karena rasa kesalnya, Indonesia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Menurutnya, jika ucapan tersebut tidak bisa diterima oleh netizen, secara pribadi ia meminta maaf pada orang-orang yang tersinggung.

“Gue cuma menyuarakan isi hati gue sendiri, terserah kalau misal menurut lu kurang pas atau kebanyakan orang tidak setuju dengan ucapan gue. Gue pribadi minta maaf banget yang sebesar-besarnya pada para netizen Indonesia kalau memang ucapan gue menyinggung kalian yang bekerja dengan partai,” kata Bima.

2. Tak ingin dijatuhkan secara personal

Bima Yudho Saputro. (Instagram/@awbimax).

Bima juga menyampaikan video tersebut sudah lama dibuat, sebelum video terkait jalan rusak viral.  Namun ia mengaku banyak belajar dan menerima berbagai perspektif atas kejadian tersebut. Terpenting menurut Bima, jangan sampai lupa dengan kritik pernah disampaikan serta jangan menjatuhkan dia secara personal.

“Janggan ngejudge secara personal kaya ngatain gue bencong, tidak terdidik dan lain-lain. Gue masih menjalani proses studi dan masih belajar terus menerus biar semakin cerdas dan bisa memberi dampak yang bagus untuk Indonesia, minimal keluarga dan daerah gw di Lampung. Perlu gue klarifikasi emang cara ngomong gue dari sebelum viral itu kaya gini, agak ngesok,” ucapnya.

3. Pesan kuasa hukum Bima, sampaikan kritik dengan diksi dan etika baik

Ilustrasi aksi protes. pexels.com/Andrew McMurtrie

Kuasa hukum Bima, Bambang Sukoco tak menampik ucapan Bima terkait “janda” memang terlalu sensitif. Sehingga pihaknya berharap bisa menjadi pembelajaran untuk semua pihak terutama Bima, dalam menyampaikan kritik harus lebih memperhatikan etika dan diksi yang digunakan.

“Saya bilang seperti itu, karena bagaimana pun semakin tinggi suatu pohon itu anginnya akan semakin kencang. Terlepas dari apapun, tetap esensi dari kritik Bima yang sudah viral itu jangan sampai lepas, tetap lakukan apa yang menjadi tugas Bima untuk mengkritik dengan data dan yang benar. Mulai belajar gunakan diksi lagi yang lebih elegan,” terangnya.

4. Politisi PDIP beri komentar di twitter

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Di media sosial twitter, politisi dari PDIP Budiman Sudjatmiko memberikan tanggapannya terkait video Bima yang mengucapkan ‘Janda’ tersebut. Menurutnya, jika masih muda jangan langsung mencari sorot lampu di tengah-tengah panggung.

Namun, mulailah dari tepian yang gelap. Sebab jika langsung ke tengah panggung, akan silau, retinamu akan terbakar, terpeleset dan kakimu lecet.

“Jika terpeleset karena dijegal lawan atau buta karena matamu diculek lawan, itu momentummu jadi besar. Tapi jika terpeleset karena pecicilan di bawah sorot lampu atau matamu buta karena nempelin matamu tepat ke lampu, kamu sendirilah yang menulis naskah kesalahanmu,” tulis akun twitter @budimandjatmiko kemarin, Minggu (23/4/2023).

Editorial Team

Related Article