Lampung Selatan, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, memiliki rekam jejak aktivitas vulkanik panjang sejak pertama kali muncul ke permukaan laut pada 1927.
Kemunculan gunung berapi ini tidak terlepas dari letusan dahsyat Krakatau pada 1883 menghancurkan sebagian besar tubuh gunung tersebut. Seiring waktu, aktivitas vulkanik kembali membentuk gunung baru kemudian dikenal sebagai Gunung Anak Krakatau.
Sejak muncul ke permukaan, GAK tercatat mengalami sejumlah periode erupsi dengan karakteristik berbeda. Aktivitas vulkaniknya terus berlangsung hingga 2026 ini.
Termasuk peningkatan aktivitas signifikan sejak awal Juli yang membuat status gunung api dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.
