Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jatuh di Kamar Mandi, Wanita Tanggamus Ditemukan Tetangga Meninggal

Kab. Tanggamus
2 min read
Jatuh di Kamar Mandi, Wanita Tanggamus Ditemukan Tetangga Meninggal
Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia. (Dok. Polres Tanggamus).
  • Sunarti, 47 tahun, ditemukan meninggal di lantai depan pintu kamar mandi rumahnya di Kota Agung, Tanggamus, setelah tetangga curiga lampu rumah menyala selama dua hari.

  • Tetangga mendobrak pintu rumah setelah tidak mendapat respons dan melihat korban tergeletak. Polisi serta tim Inafis memeriksa lokasi, meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah ke RSUD.

  • Pemeriksaan awal menduga Sunarti meninggal setelah jatuh akibat pecah pembuluh darah. Korban tinggal sendiri, sementara keluarga menolak autopsi dan jenazah diserahkan untuk dimakamkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanggamus, IDN Times - Warga Jalan Harapan Way Taman, Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus dikejutkan penemuan mayat seorang perempuan berusia 47 tahun.

Korban diketahui bernama Sunarti ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tergeletak di lantai, tepat di depan pintu kamar mandi yang berada di bagian dapur rumahnya.

"Benar, korban ditemukan sekitar Rabu sore. Penemuan itu bermula dari kecurigaan tetangga korban sendiri," ujar Kapolsek Kota Agung, AKP Feriyantoni dikonfirmasi, Jumat (23/10/2026).

  1. 1. Diawali kecurigaan tetangga

    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia
    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia. (Dok. Polres Tanggamus).

    Feri menjelaskan, peristiwa penemuan korban ini diawali kecurigaan saksi Santi Megasari merupakan tetangga korban yang mendapati lampu rumah Sunarti terus menyala selama dua hari.

    Alhasil, Santi memutuskan mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah, bahkan pintu rumah juga dalam kondisi terkunci.

    "Karena khawatir terjadi sesuatu, Santi kemudian meminta bantuan suaminya, Septianto untuk memastikan keberadaan korban," ungkapnya.

    Kemudian saksi Septianto mengintip dari bagian belakang kiri rumah. Ia melihat korban sudah tergeletak di depan pintu kamar mandi. "Melihat kondisi ini, Santi bersama Septianto mendobrak pintu depan rumah dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," lanjut dia.

  2. 2. Diduga pecah pembuluh darah terjatuh depan kamar mandi

    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia
    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia. (Dok. Polres Tanggamus).

    Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kelurahan dan Polsek Kota Agung. Personel Polsek Kota Agung bersama Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tanggamus langsung mendatangi lokasi.

    Selanjutnya petugas memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Batin Mangunang, Kota Agung.

    "Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, kami menduga korban meninggal dunia setelah terjatuh di depan pintu kamar mandi. Korban diduga mengalami pecah pembuluh darah," jelas Feri.

  3. 3. Tinggal sendiri, keluarga tolak autopsi

    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia
    Polisi mengevakuasi dan mengolah TKP penemuan korban Sunarti meninggal dunia. (Dok. Polres Tanggamus).

    Feri menambahkan, petugas juga memastikan Sunarti selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Pasalnya, suami korban diketahui bekerja sebagai pekebun di Kabupaten Lampung Timur.

    Berdasarkan keterangan warga, suami Sunarti terakhir berada di rumah sekitar Agustus 2026 sebelum kembali ke Lampung Timur untuk berkebun. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah menandatangani surat pernyataan.

    "Setelah proses pemeriksaan selesai. Jenazah korban tadi malam langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," imbuh Kapolsek.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More