Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Itera Siapkan Palang Kereta Berbasis AI, Bisa Dipantau dari HP
Itera Berkordinasi dengan PT KAI Divisi Regional IV Tanjung Karang Membahas Pembuatan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Berbasis AI (Dok.Itera)
  • Itera menyiapkan sistem palang perlintasan kereta otomatis berbasis IoT dan AI yang memasuki tahap akhir perencanaan, setelah dipaparkan kepada PT KAI Divre IV Tanjungkarang.
  • Sistem mencakup Command Center untuk memantau kondisi perlintasan lewat ponsel, didukung CCTV, sensor, jaringan komunikasi, sumber energi, serta pengaturan waktu palang sesuai karakteristik lokasi.
  • Tim Itera mengkaji cadangan energi dan penanganan gangguan sensor, CCTV, jaringan, maupun palang; berikut desain, spesifikasi, jumlah, dan kompatibilitas perangkat untuk pengembangan serta pengujian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lampung Selatan, IDN Times - Bagaimana jika kondisi perlintasan kereta api bisa dipantau dari jarak jauh hanya melalui telepon seluler? Teknologi seperti itu sedang disiapkan Institut Teknologi Sumatera (Itera) melalui pengembangan sistem palang pintu perlintasan kereta api sebidang otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir perencanaan. Tim Hiliriset Itera memaparkan rencana pengembangan dan implementasinya kepada jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang.

1. Kondisi perlintasan nantinya bisa dipantau jarak jauh

Itera Berkordinasi dengan PT KAI Divisi Regional IV Tanjung Karang Membahas Pembuatan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Berbasis AI (Dok.Itera)

Tim Hiliriset Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi menjelaskan, salah satu bagian dikembangkan Itera adalah Command Center yang menjadi pusat pemantauan kondisi perlintasan. Informasi dari berbagai perangkat di lapangan nantinya dapat dikirim dan dipantau dari jarak jauh melalui telepon seluler.

"Dengan sistem tersebut, kondisi perlintasan dapat diketahui pihak terkait dengan lebih cepat. Teknologi ini menjadi bagian dari rancangan Itera untuk meningkatkan keselamatan dan keandalan operasional di perlintasan kereta api sebidang," jelasnya.

2. Sensor harus bisa membaca kendaraan dan objek

Ilustrasi Kereta Api (Pexel/Syah Indra)

Menurut Abi, sistem yang dirancang tidak hanya mengandalkan palang pintu. Itera juga menyiapkan sejumlah komponen yang saling terhubung, mulai dari CCTV, sensor, jaringan komunikasi, sumber energi hingga sistem operasional perlintasan.

Menurutnya, sensor menjadi salah satu bagian penting karena harus mampu mendeteksi kondisi perlintasan serta keberadaan kendaraan atau objek di area tersebut secara akurat.

Abi menjelaskan, sistem juga perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi perlintasan. Salah satunya melalui pengaturan parameter timing palang pintu berdasarkan kondisi lokasi dan operasional kereta api.

“Diperlukan kajian mekanisme deteksi kendaraan atau benda pada area perlintasan, kemudian menentukan mekanisme dan parameter timing palang pintu yang dapat disesuaikan berdasarkan karakteristik lokasi dan operasional kereta,” ujar Abi.

3. Sistem disiapkan tetap berjalan saat terjadi gangguan

Ilustrasi Kereta Api (Pexel/Life Of Pix)

Lebih lanjut Abi menjelaskan, sumber energi juga menjadi bagian yang sedang dikaji Tim Hiliriset Itera. Beberapa alternatif yang dipertimbangkan meliputi listrik PLN, baterai, panel surya, dan genset.

Tim juga mengkaji mekanisme perpindahan serta sumber energi cadangan agar sistem tetap dapat beroperasi ketika terjadi gangguan.

"Dalam diskusi bersama PT KAI Divre IV, sistem juga diminta memiliki skenario penanganan jika terjadi gangguan pada sensor, CCTV, jaringan komunikasi maupun perangkat palang pintu. Masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan rancangan untuk meminimalkan risiko kegagalan sistem dalam membaca kondisi perlintasan," jelasnya.

Abi menambahkan, Tim Hiliriset Itera akan mengkaji desain sistem dan kebutuhan perangkat untuk tahap pengembangan serta pengujian. Kajian itu mencakup spesifikasi, fungsi, jumlah, sumber perangkat hingga kompatibilitas setiap komponen dengan sistem utama dan Command Center.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article