Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gerhana Bulan Total Hiasi Ramadan, OAIL Itera Gelar Pengamatan 3 Maret
Aktivitas pengamatan gerhana di lingkungan kampus Itera. (Dok. OAIL).
  • Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) akan menggelar pengamatan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.
  • Gerhana mencapai puncaknya pukul 18.33 WIB, namun fase awal tidak terlihat dari Itera karena posisi Bulan masih di bawah horizon saat itu.
  • Pengamatan dilakukan secara internal oleh tim OAIL, sementara masyarakat dapat menyaksikan fenomena langka ini melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi OAIL Itera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Maret 2026

Peneliti OAIL, Annisa Novia, menjelaskan rencana pengamatan Gerhana Bulan Total yang akan berlangsung keesokan harinya di Gedung Kuliah Umum 2 Itera.

3 Maret 2026

OAIL Itera menggelar pengamatan terbatas fenomena Gerhana Bulan Total bertepatan dengan bulan Ramadan. Pengamatan dilakukan secara internal dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi OAIL.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Fenomena Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan bulan Ramadan diamati oleh Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) pada 3 Maret 2026, dengan puncak gerhana terjadi sekitar pukul 18.33 WIB.
  • Who?
    Tim peneliti, pengelola, asisten OAIL, serta dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera di bawah koordinasi peneliti Annisa Novia melakukan pengamatan secara internal.
  • Where?
    Kegiatan pengamatan dipusatkan di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi OAIL.
  • When?
    Gerhana berlangsung Selasa, 3 Maret 2026. Fase total dimulai pukul 18.04 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33 WIB sebelum berakhir sekitar pukul 21.22 WIB.
  • Why?
    Pengamatan dilakukan untuk keperluan penelitian dan pengambilan data ilmiah terkait fenomena astronomi Gerhana Bulan Total yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.
  • How?
    OAIL menggunakan empat teleskop jenis Meade LX-90, Baride Optics A-102, Utopia III B, dan Celestron C-11; kegiatan dilakukan tertutup tanpa publik
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) bakal menggelar pengamatan fenomena Gerhana Bulan Total diperkirakan berlangsung, Selasa (3/3/2026). Fenomena tersebut terjadi bertepatan bulan suci ramadan ini dapat diamati di wilayah Pasifik, termasuk seluruh Indonesia.

Peneliti OAIL, Annisa Novia mengatakan, pengamatan akan dilakukan secara terbatas dan dipusatkan di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Itera,. Pengamatan menggunakan empat teleskop jenis Meade LX-90 8" f/10 (Schmidt-Cassegrain), Baride Optics A-102 f/10 (Refraktor), Utopia III B, dan Celestron C-11.

“Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti Bumi (umbra), sehingga cahaya Matahari tidak langsung mencapai permukaan Bulan. Pada fase ini, Bulan akan tampak berwarna merah tua atau cokelat kemerahan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

1. Puncak Gerhana Bulan Total diperkirakan terjadi pukul 18.33 WIB

Aktivitas pengamatan gerhana di lingkungan kampus Itera. (Dok. OAIL).

Berdasarkan perhitungan geosentris, gerhana diawali fase penumbra pada pukul 15.44 WIB (P1). Fase sebagian dimulai saat Bulan memasuki umbra pada pukul 16.50 WIB (U1).

Fase totalitas terjadi pada pukul 18.04 WIB (U2), dengan puncak gerhana pada pukul 18.33 WIB. Kemudian gerhana total berakhir pukul 19.02 WIB (U3), diikuti akhir fase sebagian pada pukul 20.17 WIB (U4), dan berakhirnya fase penumbra pada pukul 21.22 WIB (P4).

"Di lokasi pengamatan Itera, Bulan terbit pada pukul 18.12 WIB. Dengan demikian, saat Bulan mulai tampak di ufuk timur, gerhana telah memasuki fase total dan akan menuju puncak pada pukul 18.33 WIB," terang Annisa.

2. Fase awal gerhana tidak teramati dari Itera

Potret udara kampus Itera di Provinsi Lampung. (Dok. Itera).

Annisa melanjutkan, fase awal gerhana atau penumbra dan sebagian tidak dapat diamati dari wilayah Itera, itu dikarenakan Bulan masih berada di bawah horizon.

"OAIL Itera tidak membuka pengamatan bagi publik. Pengamatan dilakukan secara internal oleh tim peneliti, pengelola, asisten OAIL, serta sejumlah mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen guna keperluan pengambilan data dan penelitian," katanya.

3. Disiarkan langsung via kanal YouTube resmi OAIL

Aktivitas pengamatan gerhana di lingkungan kampus Itera. (Dok. OAIL).

Lebih lanjut Annis menyebutkan, masyarakat tetap dapat menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total tersebut melalui siaran langsung (live streaming) di kanal YouTube resmi OAIL Itera.

"OAIL mengajak masyarakat mengikuti siaran tersebut untuk menikmati keindahan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dari mana saja," imbuh Dosen Program Studi Sains, Atmosfer, dan Keplanetan Institut Teknologi Sumatera (Itera) tersebut.

Editorial Team