ilustrasi global warming (unsplash.com/Matt Palmer)
BMKG Lampung juga menjelaskan dampak perubahan iklim dapat memengaruhi frekuensi dan intensitas gelombang panas. Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi peningkatan kejadian gelombang panas ekstrem di berbagai belahan dunia, diyakini sebagai dampak dari pemanasan global dan perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Tak hanya itu, perubahan iklim berkaitan erat dengan peningkatan kejadian dan intensitas blocking pattern dalam beberapa dekade terakhir. Ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, perubahan Suhu Permukaan Laut.
Pemanasan global telah menyebabkan peningkatan suhu permukaan laut di berbagai wilayah. Suhu laut yang lebih tinggi dapat memengaruhi pola aliran jet, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pembentukan pola blokade.
Faktor lainnya adalah Perubahan Jet Stream, yaitu aliran angin kuat di atmosfer atas yang berperan penting dalam membawa sistem cuaca di seluruh dunia. Perubahan iklim dapat memengaruhi pola aliran jet, yang dapat mengakibatkan pembentukan blocking pattern yang lebih persisten dan intens.
Lalu, Peningkatan Kelembaban Atmosfer. Pemanasan global juga dapat meningkatkan kelembaban atmosfer. Kelembaban yang lebih tinggi dapat memengaruhi pembentukan awan dan pola cuaca, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi blocking pattern.
Serta interaksi dengan pola cuaca ekstrem lainnya. Perubahan iklim juga dapat mempengaruhi interaksi antara pola cuaca ekstrem lainnya, seperti El Niño dan La Niña, Interaksi ini dapat memperkuat atau melemahkan pembentukan blocking pattern.